Bayar Utang, SMBR Perbaharui Perjanjian Kredit Sindikasi Rp1,7 Triliun

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Semen Baturaja Tbk (IDX: SMBR) telah memperbaharui perjanjian kredit sindikasi perbankan dan pembiayaan Musuaraqah Mutanaqishah senilai Rp1,7 triliun pada tanggal 16 Februari 2021.

Melansir keterangan emiten semen BUMN itu pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/2/2021) disebutkan bahwa pinjaman dengan jangka waktu 132 bulan itu berbunga 9,45 persen per tahun.

Sebelumnya, perseroan melakukan perjanjian fasilitas kredit dengan nilai, bunga dan jangka waktu yang sama pada tanggal 13 Agustus 2020.

Rencananya, penarikan pinjaman itu akan digunakan untuk pembiayaan pelunasan MTN (Medium Term Note) yang digunakan untuk proyek pabrik Baturaja II.

Adapun selebihnya akan digunakan untuk membiayai modal kerja perseroan dalam jangka pendek.

Untuk diketahui, perseroan mencatatkan MTN tahun 2018 senilai Rp400 miliar dengan jangka waktu tiga tahun dalam laporan keuangan periode yang berakhir 30 September 2020.

Dalam keterangan itu, perseroan juga menjaminkan sebidang tanah di area, mesin dan peralatan di Pabrik Baruraja II. Jaminan itu diikat dengan fidusia.

Adapun bank yang masuk dalam sindikasi itu, yaitu; PT Bank Negera Indonesia Tbk (IDX: BBNI) dengan porsi Rp950 miliar, BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung sebesar Rp150 miliar, BPD Jawa Barat dan Banten sebesar Rp200 miliar, Bank Maluku Malut sebesar Rp50 miliar, Bank Bengkulu Rp50 miliar, Bank Mega Rp100 miliar, dan Bank Mega Syariah Rp200 miliar.