Tahun 2016 - 2022, Alokasi Sukuk Proyek di Bali Capai Rp1,68 Triliun

foto: istimewa

Pasardana.id - Banyak pembangunan proyek telah dibiayai pemerintah melalui Surat Berharga Negara yang berbasis syariah (SBSN).

Beberapa di antaranya berada di Bali.

Hal itu terungkap, saat Wakil Menteri Keuangan, Suahasil menyempatkan diri untuk melakukan inspeksi pembangunan bendungan Tukad Mati, Badung, Bali, Kamis (25/11).

“Pembiayaan proyek melalui SBSN merupakan sinergi kebijakan di antara Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan Kementerian/Lembaga (K/L) lainnya untuk membiayai proyek-proyek atau kegiatan prioritas dengan menggunakan dana yang bersumber dari pasar keuangan melalui instrumen SBSN yang diterbitkan oleh Pemerintah sejak tahun 2008,” tutur Suahasil, yang dikutip dalam siaran pers, Jumat (26/11/2021).

Dalam perkembangannya, pembiayaan proyek SBSN tersebut menunjukkan trend yang cukup menggembirakan.

Hal tersebut tercermin dari semakin meningkatnya pembiayaan Proyek SBSN, baik dari sisi jumlah K/L yang menjadi pemrakarsa proyek, nilai pembiayaan yang dialokasikan, jumlah proyek yang di bangun, maupun berdasarkan sebaran satker pelaksana proyek SBSN dan lokasi proyek SBSN yang dikerjakan. 

Alokasi Sukuk Proyek untuk provinsi Bali, dimulai pada tahun 2016, trend-nya juga meningkat, di mana untuk tahun 2021 sebesar Rp362,16 miliar dan tahun 2022 yang akan datang sebesar Rp409,8 miliar.

Total alokasi alokasi Sukuk Proyek untuk provinsi Bali dari tahun 2016 s.d 2022 mencapai Rp1,68 triliun.

Sebagian besar alokasi Sukuk proyek di provinsi Bali adalah proyek-proyek prioritas yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR, yaitu 43,34% di sektor Transportasi, Jalan, dan Jembatan pada Ditjen Bina Marga PUPR dan 42,31% di sektor Sumber Daya Air pada Ditjen Sumber Daya Air PUPR. Sisanya 10,47% di sektor pendidikan, dan selebihnya di sektor Hankam dan sosial.

Adapun beberapa proyek pembangunan dengan pembiayaan SBSN, antara lain;

Pembangunan Prasarana Bendungan Pengendali Banjir Tukad Mati Badung

Pembangunan prasarana bendungan pengendali banjir Tukad Mati, merupakan salah satu contoh nyata SBSN Proyek di Bali yang dilaksanakan oleh Ditjen SDA Kementerian PUPR. Pembangunan ini dibiayai melalui SBSN secara Kontrak Tahun Jamak (MYC) dari tahun 2017 hingga 2019 dengan total alokasi SBSN yang digunakan sebesar Rp 319 miliar

Pembangunan Jalan Baru Bts. Kota Mengwitani – Singaraja

Pembangunan Jalan Baru Bts. Kota Megwitani - Singaraja yang dibiayai melalui SBSN MYC senilai Rp308,15 miliar dimaksudkan untuk mengurangi waktu tempuh dari kota Denpasar (PKN) menuju kota Singaraja (PKW) dan memperbaiki geometrik titik blackspot pada ruas jalan Mengwitani Singaraja. Ruas Jalan Bts Kota Singaraja – Mengwitani merupakan ruas jalan Nasional yang berada di jalur tengah Pulau Bali yang menghubungkan Bali Utara dengan Bali Selatan.

Pembangunan Laboratorium Kesehatan Terintegrasi Universitas Pendidikan Ganesha

Salah satu proyek SBSN di sektor pendidikan ini  pembiayaannya dilakukan secara Single Year Contract (SYC) tahun 2021 dengan total alokasi yang digunakan sebesar Rp99,94 miliar. Pembangunan Laboratorium Terintegrasi Universitas Pendidikan Ganesha ini, merupakan perwujudan dari komitmen yang kuat dari Pemerintah untuk pembangunan Sumber Daya Manusia melalui sektor pendidikan.