Indeks Kospi Turun 0,47 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 14,02 poin, atau sekitar 0,47 persen, pada Kamis (25/11/2021), menjadi 2.980,27.

Volume perdagangan moderat mencapai 587 juta saham senilai 9,3 triliun won atau sekitar US$7,8 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 642 berbanding 228.

Angka indeks turun setelah nota pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang terbaru menunjukkan posisi hawkish bank sentral Amerika Serikat. Sentimen pasar juga terpengaruh keputusan Bank of Korea untuk meningkatkan suku bunga sebesar 0,25 persen.

“Nota pertemuan FOMC dan peningkatan suku bunga oleh BOK memberi tekanan terhadap pasar saham lokal,” kata Kim Sae-Hun, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor dan institusi masing-masing melepas saham senilai 94,5 miliar won dan 149,3 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 202,3 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing anjlok 1,47 persen dan 1,67 persen. Saham perusahaan internet Naver dan Kakao masing-masing meningkat 0,51 persen dan 2,81 persen.

Saham bank digital Kakao Bank melambung 4,95 persen. Saham perusahaan penyedia layanan pembayaran Kakao Pay meroket 18,31 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 3,7 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.190,2 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,18 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 7,90 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 7.407,30. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina melemah, sedangkan Bursa Vietnam dan Indonesia menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 8,52 poin, atau sekitar 0,24 persen, menjadi 3.584,18. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong naik 54,66 poin, atau sekitar 0,22 persen, menjadi 24.740,16.