Indeks Kospi Melonjak 1,42 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 42,23 poin, atau sekitar 1,42 persen, pada Senin (22/11/2021), menjadi 3.013,25.

Volume perdagangan moderat mencapai 524 juta saham senilai 12,8 triliun won atau sekitar US$10,8 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 490 berbanding 372.

Angka indeks melonjak setelah data terbaru menunjukkan ekspor Korea Selatan meningkat 27,6 persen year-on-year pada 20 hari pertama November berkat tingginya permintaan mikrochip, kendaraan, dan produk olahan minyak bumi.

“Hari ini investor asing dan institusi melakukan pembelian saham large cap,” jelas Park So-Yeon, analis Shinyoung Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing meraup saham senilai 796 miliar won dan 567 miliar won, sedangkan investor ritel melepas saham senilai 1,4 triliun won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing melambung 5,2 persen dan 7,17 persen. Saham perusahaan operator portal internet Naver melonjak 1,49 persen.

Saham perusahaan kimia LG Chem meningkat 0,92 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor melambung 4,3 persen.

Di sisi lain, saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics dan bank digital Kakao Bank masing-masing merosot 1,79 persen dan 1,54 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar Amerika Serikat, naik 0,2 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.185,1 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,1 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 43,40 poin, atau sekitar 0,59 persen, menjadi 7.353,10. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Malaysia dan Vietnam melemah, sedangkan Bursa Singapura, Indonesia, Thailand, dan Filipina menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa EFek Shanghai, Tiongkok, naik 21,71 poin, atau sekitar 0,61 persen, menjadi 3.582,08. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong turun 98,63 poin, atau sekitar 0,39 persen, menjadi 24.951,34.