Wall Street “Mixed”, Indeks Komposit Nasdaq Rekor

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Jumat (19/11/2021) dengan indeks komposit Nasdaq di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, mencatatkan angka rekor penutupan.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 268,97 poin, atau sekitar 0,75 persen, menjadi 35.601,98. Indeks S&P 500 melemah 6,58 poin, atau sekitar 0,14 persen, menjadi 4.697,96. Indeks komposit Nasdaq meningkat 63,73 poin, atau sekitar 0,40 persen, menjadi 16.057,44.

Dalam sepekan terakhir, indeks Dow Jones turun 1,38 persen, sedangkan indeks S&P 500 dan komposit Nasdaq masing-masing naik 0,32 persen dan 1,24 persen.

Berlangsungnya lockdown di beberapa negara Eropa dalam upaya menghambat penyebaran virus Corona (COVID-19) menyebabkan saham sektor perbankan, energi, dan transportasi melemah. Saham sektor teknologi sebaliknya menguat seiring turunnya imbal hasil obligasi AS.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Desember 2021 turun 0,5 persen menjadi US$1.851,60 per ons. Indeks dolar AS naik 0,5 persen.

Bursa saham Eropa melemah pada Jumat, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,3 persen, dipicu mencuatnya kekhawatiran lockdown.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 32,39 poin, atau sekitar 0,45 persen, menjadi 7.223,57. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 61,76 poin, atau sekitar 0,38 persen, menjadi 16.159,97.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 150 poin, atau sekitar 1,68 persen, menjadi 8.753,20. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melorot 29,69 poin, atau sekitar 0,42 persen, menjadi 7.112,29.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,2 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3471 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,3 persen menjadi 1,1902 euro per pound.