Wall Street Melemah Dipicu Kekhawatiran Inflasi

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Rabu (17/11/2021) dipicu kekhawatiran terhadap tingginya inflasi yang dapat membuat bank sentral Amerika Serikat meningkatkan suku bunga dalam waktu dekat.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, turun 211,17 poin, atau sekitar 0,58 persen, menjadi 35.931,05. Indeks S&P 500 melemah 12,23 poin, atau sekitar 0,26 persen, menjadi 4.688,67. Indeks komposit Nasdaq merosot 52,28 poin, atau sekitar 0,33 persen, menjadi 15.921,57.

Saham perusahaan keuangan Visa Inc terjun 5,4 persen, penurunan tertajam dalam Dow Jones, setelah Amazon mengumumkan akan berhenti menerima kartu kredit yang dikeluarkan Visa di Inggris mulai tahun depan akibat tingginya biaya transaksi.

Saham perusahaan ritel Target terjun 5,2 persen meski mencatatkan perolehan laba kuartalan yang melampaui ekspektasi dipicu kekhawatiran terhadap dampak terganggunya rantai pasokan.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik dipicu seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Desember 2021 naik 0,7 persen menjadi US$1.866,60 per ons. Indeks dolar AS turun 0,10 persen menjadi 95,82.

Bursa saham Eropa menguat pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,2 persen, dipicu positifnya laporan perolehan laba kuartal ketiga para emiten.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 35,77 poin, atau sekitar 0,49 persen, menjadi 7.291,20. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 3,27 poin menjadi 16.251,13.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 46,80 poin, atau sekitar 0,52 persen, menjadi 8.993,40. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 4,25 poin menjadi 7.156,85.

Nilai tukar pound sterling terhadap dolar AS berada di kisaran US$1,3455 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1916 euro per pound.