Indeks Kospi Merosot 1,16 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 34,79 poin, atau sekitar 1,16 persen, pada Rabu (17/11/2021), menjadi 2.962,42.

Volume perdagangan moderat mencapai 533 juta saham senilai 10,5 triliun won atau sekitar US$8,9 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 730 berbanding 157.

Angka indeks merosot dipicu mencuatnya kekhawatiran peningkatan suku bunga Federal Reserve Amerika Serikat setelah penjualan ritel AS mengalami peningkatan tertinggi sejak Maret lalu pada Oktober.

“Peningkatan penjualan ritel AS yang melampaui estimasi memperkuat kemungkinan tapering yang lebih kuat dari The Fed,” kata Lee Won, analis Bookook Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan ritel masing-masing meraup saham senilai 77 miliar won dan 769 miliar won, sedangkan investor institusi melepas saham senilai 886 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing merosot 0,84 persen dan 1,34 persen. Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics anjlok 2,52 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor naik 0,24 persen, saham Kia sebaliknya turun 0,24 persen. Saham persahaan pengembang video game Krafton melambung 3,66 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 2,6 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.182,5 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,5 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 50,50 poin, atau sekitar 0,68 persen, menjadi 7.369,90. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Malaysia, Singapura, dan Filipina melemah, sedangkan Bursa Vietnam, Indonesia, dan Thailand menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 15,58 poin, atau sekitar 0,44 persen, menjadi 3.537,37. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong turun 63,70 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 25.650,08.