Rugi DOID Sentuh USD16 Juta Pada Akhir September 2021

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Delta Dunia Makmur Tbk (IDX: DOID) memcatatkan rugi bersih menyentuh USD16,012 juta dalam sembilan bulan pertama tahun 2020, atau membengkak 336,01 persen dibanding periode sama tahun 2020 yang tercatat senilai USD3,693 juta.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal III tanpa audit emiten tambang batu bara itu yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/11/2021).

Padahal, pendapatan bersih tercatat tumbuh 20,64 persen menjadi USD596,74 juta. Pendapatan itu ditopang dari Berau Coal senilai USD296,25 juta, Adaro Indonesia sebesar USD89,429 juta dan Indonesia Pratama yang mencapai USD72,075 juta.

Walau beban pokok pendapatan membengkak 19,48 persen menjadi USD515, 66 juta, tapi laba kotor masih naik sebesar 29,6 persen menjadi USD81,076 juta.

Sayangnya, beban usaha membengkak 79,34 persen menjadi USD38,939 juta, ditambah dengan beban keuangan yang membengkak 22,87 persen menjadi USD47,838 juta. Akibatnya, rugi sebelum pajak tembus senilai USD13,905.

Sementara itu, aset perseroan tercatat naik 42,91 persen menjadi USD1,392 miliar. Hal itu dipicu pinjaman bank jangka panjang sebesar USD333,74 juta. Sedangkan pos ini pada akhir tahun 2020, nihil.

Patut diperhatikan, kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar USD79,737 juta, terpapas sedalam 55,61 persen dibandingkan akhir kuartal III 2020, yang tercatat senilai USD178,43 juta.