BBTN Peringan Angsuran KPR Millenial

Foto : Dok. BBTN

Pasardana.id - PT Bank Tabungan Negara Tbk (IDX: BBTN) memacu penyaluran kreditnya, khususnya di segmen KPR Non Subsidi.

Salah satunya dengan mengenalkan fitur anyar Graduated Payment Mortgage (GPM) dalam produk KPR BTN Gaess for Millenial.

Wakil Direktur Utama BBTN, Nixon LP Napitupulu menjelaskan, fitur baru ini merupakan salah satu solusi untuk milenial dalam mendapatkan pembayaran angsuran di beberapa tahun pertama yang lebih ringan dengan perhitungan suku bunga kredit yang lebih berdaya saing.

“Fitur ini menjawab kebutuhan para milenial dalam membeli hunian dan keringanan dalam membayar angsuran sesuai dengan perencanaan finansial mereka karena pada tahun-tahun awal biasanya mereka masih beradaptasi dengan cicilan KPR,” kata Nixon, usai meluncurkan fitur GPM KPR BTN Gaess For Millenial di Jakarta, Kamis (28/10/2021).

Ia melanjutkan, fitur GPM memiliki keunggulan utama diantaranya Suku bunga promo lebih rendah dan diperhitungkan secara berjenjang yaitu sebesar 4,75 persen selama 2 tahun pertama pinjaman, dibandingkan dengan KPR biasa yang menggunakan skema fix and cap (bunga naik 1 persen tiap tahun selama 3 tahun pertama), sehingga besar angsuran GPM lebih rendah dibanding angsuran KPR reguler pada awal masa kredit.

Setelah itu, pembayaran angsuran akan meningkat secara stabil sesuai dengan asumsi kenaikan penghasilan calon debitur setiap tahunnya.

“Dengan fitur ini para milenial masih memiliki  kelonggaran finansial untuk membeli kebutuhan rumah lainnya seperti perabotan, kitchen set atau kebutuhan lain yang saat itu mendesak,” kata Nixon. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Consumer and Commercial Lending BBTN, Hirwandi Gafar menambahkan syarat nasabah yang dapat menikmati fitur GPM dalam produk KPR BTN Gaess For Millenial.

Pertama, harus berusia 21-35 tahun. Kedua, memiliki pekerjaan dan status sebagai karyawan tetap dengan penghasilan tetap.  

“Dengan fitur GPM, menurut Hirwandi milenials dapat membayar cicilan yang lebih terjangkau. Misalkan jika milenials membeli rumah seharga Rp 500 juta dengan uang muka 5 persen, maka angsuran awal dengan fitur GPM, hanya perlu mencicil Rp 2,8 juta per bulan. Sementara tanpa fitur GPM cicilannya akan mencapai sekitar Rp 3,1 juta,” kata Hirwandi.

Dengan penambahan fitur anyar pada KPR BTN Gaess For Millenial, Hirwandi optimistis Bank BTN dapat mengejar pertumbuhan KPR Non Subsidi.

Adapun penyalurannya  sejak tahun 2019 sampai dengan September 2021 telah mencapai Rp 15,2 triliun.

Sementara BBTN mematok target penyaluran kredit consumer non subsidi untuk semua produk adalah sekitar Rp 10,3 triliun pada tahun 2021.