Sinyal Pengetatan Kebijakan Moneter The Fed Dongkrak Wall Street

foto: istimewa

Pasardana.id - Sinyal pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve Amerika Serikat membuat Wall Street terdongkrak pada Rabu (13/10/2021).

Seperti diwartakan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 0,53 poin menjadi 34.377,81. Indeks S&P 500 naik 13,15 poin, atau sekitar 0,30 persen, menjadi 4.363,80. Indeks komposit Nasdaq meningkat 105,71 poin, atau sekitar 0,73 persen, menjadi 14.571,64.

Pertumbuhan ekonomi AS yang mencapai laju tertinggi dalam beberapa dekade terakhir menyebabkan tingginya tingkat inflasi sehingga The Fed harus segera mengambil tindakan. Peningkatan suku bunga diperkirakan akan dilakukan bank sentral AS pada pertengahan bulan depan.

Rencana pengetatan kebijakan moneter The Fed membuat imbal hasil obligasi AS mengalami penurunan, sedangkan saham sektor teknologi menguat. Saham Amazon dan Microsoft masing-masing melonjak 1,14 persen dan 1,17 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman November 2021 naik 0,7 persen menjadi US$1.770,60 per ons. Indeks dolar AS turun 0,54 persen menjadi 94.

Bursa saham Eropa menguat pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,7 persen, seiring meningkatnya saham sektor teknologi dan barang mewah.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 11,59 poin, atau sekitar 0,16 persen, menjadi 7.141,82. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 102,51 poin, atau sekitar 0,68 persen, menjadi 15.249,38.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, turun 54,50 poin, atau sekitar 0,61 persen, menjadi 8.881,40. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menguat 49,27 poin, atau sekitar 0,75 persen, menjadi 6.597,38.

Nilai tukar pound sterling menguat 0,4 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3642 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1780 euro per pound.