ANALIS MARKET (14/10/2021) : IHSG Akan Kembali Mencoba Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (13/10), pergerakan IHSG menguat (+0.78%) ke level 6536.90. Saham konsumen primer (+1.75%) dan Keuangan (+0.75%) menjadi penopang pergerakan IHSG. Saham UNVR (+6.49%), MYOR (+4.31%) naik signifikan. Secara sentiment, investor masih terus fokus pada data inflasi AS yang dapat memberikan sinyal kapan waktu tapering maupun kenaiakna suku bunga. Pemulihan ekonomi dalam negeri ditandai dengan data ekonomi yang kuat menjadi optimisme bursa domestik. Sejalan dengan penguatan IHSG, investor asing melakukan aksi beli bersih sebesar IDR 1.21 triliun.

Di sisi lain, mayoritas bursa AS ditutup lebih tinggi setelah sebelumnya terkoreksi. Departemen Tenaga Kerja mengatakan harga konsumen naik 0,4% pada bulan September, naik dari kenaikan bulanan 0,3% pada bulan Agustus dan di atas perkiraan Econoday untuk kenaikan 0,3%. Pada basis tahun ke tahun, indeks harga konsumen naik 5,4%, sedikit lebih tinggi dari perkiraan sebesar 5,3%. Sementara pada risalah rapat Fed menunjukkan pembelian aset bisa berakhir pada pertengahan 2022. Komite Pasar Terbuka Federal meninjau rencana untuk mulai mengurangi program stimulus pembelian obligasi mereka pada bulan November, dan pembelian dapat dihentikan sepenuhnya pada pertengahan tahun depan. Adapun pembelian obligasi telah menjadi bagian penting dari upaya bank sentral untuk merangsang pertumbuhan setelah ekonomi diguncang oleh pandemi virus corona.

Sementara itu, Indeks Nikkei (+1.12%) dan Topix (+0.47%) memulai perdagangan Kamis (14/10), dengan cukup optimis setelah rekan saham di AS menghentikan kerugian setelah risalah Federal Reserve menegaskan pengurangan yang membayangi dalam stimulus era pandemi di tengah tekanan inflasi. Investor terus mengevaluasi ketahanan pemulihan ekonomi dari pandemi hingga lonjakan inflasi dan prospek penurunan dukungan kebijakan bank sentral. Di tempat lain, Pemerintahan Biden berusaha meredakan kemacetan rantai pasokan menjelang musim belanja Natal, tetapi para pejabat mengakui pilihan mereka terbatas.

Dari pasar komoditas, harga minyak WTI (+0.46%) mendekati level US$ 81 per barel pagi ini, harga batu bara (-2.00%) terkoreksi sementara CPO (+3.42%) naik signifikan.

“Secara sentiment, IHSG akan kembali mencoba menguat ditengah optimisme pasar tentang pemulihan ekonomi. Di sisi lain, pemangkasan prospek ekonomi Indonesia oleh IMF mnejadi 3.2% dari sebelumnya 3.9% untuk 2021 dapat menahan pergerakan IHSG,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Kamis (14/10/2021).