Wall Street Melemah Dipicu Kekhawatiran Inflasi

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Selasa (12/10/2021) dipicu mencuatnya kekhawatiran inflasi.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 117,72 poin, atau sekitar 0,34 persen, menjadi 34.378,34. Indeks S&P 500 melemah 10,54 poin, atau sekitar 0,24 persen, menjadi 4.350,65. Indeks komposit Nasdaq melorot 20,28 poin, atau sekitar 0,14 persen, menjadi 14.465,93.

Para investor mengkhawatirkan tingginya harga komoditas seperti minyak mentah dan batu bara seiring berlangsungnya krisis energi di berbagai negara akan mempengaruhi aktivitas industri. Mereka juga membatasi transaksi perdagangan saham jelang dirilisnya nota pertemuan Federal Reserve AS.

Enam dari 11 sektor utama indeks S&P 500 berakhir di teritori negatif, pelemahan dipimpin oleh sektor layanan komunikasi.

Penurunan indeks S&P 500 dan komposit Nasdaq terbatasi menguatnya saham perusahaan manufaktur mobil elektrik Tesla Inc yang melonjak 1,7 persen setelah data terbaru menunjukkan penjualan di Tiongkok mencapai 56.006 unit pada September, jumlah terbesar setelah produksi di Shanghai dimulai dua tahun lalu.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring mencuatnya kekhawatiran inflasi. Harga emas untuk pengiriman November 2021 naik 0,4 persen menjadi US$1.762,40 per ons.

Peningkatan harga emas berjangka terbatasi menguatnya nilai tukar dolar AS. Indeks dolar AS naik 0,21 persen menjadi 94,51.

Bursa saham Eropa melemah pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,1 persen, seiring mencuatnya kekhawatiran inflasi.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 16,62 poin, atau sekitar 0,23 persen, menjadi 7.130,23. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 52,27 poin, atau sekitar 0,34 persen, menjadi 15.146,87.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, naik 36,90 poin, atau sekitar 0,41 persen, menjadi 8.935,90. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melorot 22,43 poin, atau sekitar 0,34 persen, menjadi 6.548,11.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,06 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3586 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,04 persen menjadi 1,1757 euro per pound.