Indeks Kospi Merosot 1,35 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 39,92 poin, atau sekitar 1,35 persen, pada Selasa (12/10/2021), menjadi 2.916,38.

Volume perdagangan moderat mencapai 648 juta saham senilai 12,5 triliun won atau sekitar US$10,4 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 572 berbanding 310.

Seperti dilansir Yonhap News, angka indeks turun seiring mencuatnya kekhawatiran terhambatnya aktivitas industri akibat tingginya harga komoditas seperti minyak mentah dan batu bara. Langkah Bank of Korea untuk mempertahankan suku bunga tidak mampu mengurangi tekanan terhadap pasar modal.

Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 821 miliar won dan 199 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 979 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing terjun 3,5 persen dan 2,7 persen. Saham perusahaan utilitas Korea Electric Power anjlok 2,4 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor turun 0,2 persen, saham maskapai penerbangan Korean Air Lines sebaliknya naik 0,2 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem dan perusahaan kilang minyak SK Innovation masing-masing melambung 4,2 persen dan 3,4 persen.  

Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 4,20 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.198,80 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,9 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 19,10 poin, atau sekitar 0,26 persen, menjadi 7.280,70. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Vietnam, dan Filipina melemah, sedangkan Bursa Malaysia, Indonesia, dan Thailand menguat. 

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, merosot 44,77 poin, atau sekitar 1,25 persen, menjadi 3.546,94. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melorot 362,50 poin, atau sekitar 1,43 persen, menjadi 24.962,59.