Realisasi Anggaran PEN dan Kesehatan Tahun 2020 Capai Rp579,8 Triliun

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mencatat, realisasi anggaran sementara PEN dan penanganan covid-19 sepanjang 2020 sebesar Rp579,8 triliun.

Jumlah itu mencapai 83,4 persen dari pagu alokasi yang sebesar Rp695,2 triliun.  

"Jika dihitung sejak dibentuk pada Juli 2020 hingga kini, Satgas PEN telah mencairkan Rp346,8 triliun atau 97,7 persen dari alokasi anggaran yang ditujukan untuk empat klaster ekonomi. Realisasi tersebut kami harapkan dapat menjadi daya ungkit pertumbuhan nasional menutup 2020, sekaligus menjaga momentum pemulihan nasional memasuki 2021," kata Staf Ahli Menteri Keuangan bidang Pengeluaran Negara yang juga merupakan Anggota Tim Indonesia Kerja Satgas PEN, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, melalui keterangan resminya pada Rabu, (6/1/2021).

Dia mengungkapkan bahwa program untuk sektor UMKM telah terserap Rp112,44 triliun atau 96,7 persen dari pagu demi mempertahankan geliat sektor mikro di tengah pandemi covid-19.

Kemudian sektor pembiayaan korporasi mencapai 100 persen dari seluruh pagu anggaran sebesar Rp60,73 triliun.

Adapun alokasi anggaran ini guna membantu perusahaan-perusahaan nasional yang terdampak pandemi dalam mengatasi problem manajemen arus kas, restrukturisasi, konsolidasi utang, serta menyediakan modal kerja realisasinya.

Sementara itu, sektor perlindungan sosial juga mencatatkan penyaluran yang hampir optimal sebesar Rp220,39 triliun, serta dukungan sektoral kementerian/lembaga/ daerah merealisasikan anggarannya sebesar Rp66,59 triliun.

Realisasi anggaran yang positif dari klaster ekonomi tersebut memberikan kontribusi besar secara kumulatif bagi realisasi keseluruhan meliputi sektor kesehatan dan intensif usaha.

Hingga akhir 2020, anggaran bidang kesehatan terserap sebesar Rp63,51 triliun, sedangkan bidang intensif usaha sebesar Rp56,12 triliun atau 46,51 persen dari alokasi yang sebesar Rp120,61 triliun.

Jika dirinci, kata Kunta, sektor UMKM sukses menjalankan enam programnya dengan baik.

Program subsidi bunga mampu terealisir Rp12,83 triliun, program penempatan dana mampu terserap Rp66,75 triliun, program penjaminan kredit UMKM realisasinya Rp2,50 triliun; dan program PPh final UMKM realisasinya Rp670 miliar.

Sementara itu, program pembiayaan investasi kepada koperasi terealisasi Rp1,29 triliun. Begitu pula program bantuan presiden pada pelaku usaha mikro mencapai Rp28,80 triliun.

Sektor pembiayaan korporasi, disampaikan Kunta, telah berhasil menjalankan empat programnya dengan maksimal. Yakni, Penyertaan Modal Negara (PMN) yang mendapat alokasi Rp24,07 triliun, pemberian pinjaman investasi kepada BUMN sebesar Rp19,65 triliun, penjaminan kredit korporasi sebanyak Rp2,01 triliun, dan pembiayaan Sovereign Wealth Fund sebesar Rp15 triliun mampu terealisasi 100 persen.

"Kami berterima kasih kepada kementerian dan lembaga pemerintahan terkait dalam berkoordinasi dan bersinergi untuk bersama-sama menuntaskan misi pemulihan ekonomi nasional. Harapan kami, beberapa program akan dilanjutkan pada tahun 2021, terutama untuk mempercepat peningkatan ekonomi, agar pertumbuhan ekonomi nasional kembali positif," pungkasnya.