MEGA Catat Pertumbuhan Laba 50,2 Persen Pada 2020

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id PT Bank Mega Tbk (IDX: MEGA) pada akhir tahun 2020 mencatatkan laba periode berjalan sebesar Rp3,008 triliun, atau naik 50,2 persen dibandingkan akhir 2019 yang mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp2,002 triliun.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan tahun 2020 telah audit emiten bank milik CT Grup ini, yang dimuat pada laman Bursa Efek Indonesia, Jumat (29/1/2021).

Jelasnya, dalam laporan keuangan tersebut, tertera pendapatan bunga bersih sepanjang tahun 2020 sebesar Rp3,913 triliun atau naik 9,2 persen dibanding akhir 2019 yang tercatat sebesar Rp3,583 triliun.

Ditambah, pendapatan operasional sebesar Rp2,919 triliun atau naik 26,03 persen dibanding akhir tahun 2018, yang tercatat sebesar Rp2,316 triliun.

Pada sisi ekuitas tercatat Rp18,208 triliun, atau tumbuh 17,16 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp15,541 triliun.

Sementara itu, total liabilitas MEGA pada 2020 tercatat mencapai Rp93,99 triliun, atau meningkat sebesar 10,24 persen dibandingkan 2019 yang sebesar Rp85,26 triliun.

Peningkatan ini terjadi karena meningkatnya simpanan dana pihak ketiga dalam bentuk giro, efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali dan liabilitas derivatif.

Rincinya, simpanan pihak ketiga dalam bentuk giro mengalami peningkatan sebesar 54,55 persen dari Rp5,51 triliun pada 2019 menjadi Rp8,51 triliun di akhir 2020. Peningkatan tersebut berasal dari giro dalam valuta rupiah yang meningkat dari Rp4,51 triliun menjadi Rp6,34 triliun maupun dalam valuta asing yang meningkat dari Rp1,00 triliun menjadi sebesar Rp2,17 triliun.

Adapun total aset mencapai Rp112,20 triliun, atau tumbuh 11,31 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp100,80 triliun.

Peningkatan aset terutama dikontribusikan dari meningkatnya efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, Giro pada bank lain, efek-efek dan aset lain-lain.