IFG Teken MoU Dengan BPKP

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Manajemen induk usaha (holding) BUMN sektor asuransi dan penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG) berkomitmen menerapkan prinsip kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

Demi memperkuat pelaksanaan GCG di dalam bisnisnya, manajemen IFG telah menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) yang disaksikan langsung oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.

Direktur Keuangan dan Umum IFG, Rizal Ariansyah menegaskan, nota kesepahaman antara IFG dan BPKP merupakan komitmen sekaligus salah satu langkah konkret manajemen dalam meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik, demi meningkatkan kepercayaan pasar dalam sektor industri keuangan Indonesia dan stakeholders.

Ruang lingkup nota kesepahaman, antara lain, asistensi BPKP dalam rangka pelaksanaan Governance, Risk & Compliance (GRC) di IFG serta anak perusahaannya, dan peningkatan efektivitas pengelolaan risiko kecurangan (fraud).

"Kerjasama ini menjadi bukti bahwa IFG berkomitmen untuk melakukan pengelolaan bisnis yang mengedepankan prinsip kehati-hatian sehingga dapat meningkatkan kepercayaan publik," beber Rizal dalam siaran pers, Rabu (27/1).

Berangkat dari upaya tersebut, Rizal optimis, IFG bersama seluruh anggota holding perasuransian dan penjaminan dapat meningkatkan kinerjanya dan berpotensi memimpin pasar di sektor asuransi untuk skala domestik atau Asia Tenggara ke depannya, dengan mengutamakan produk yang berbasis proteksi dan prudent.

Sekilas tentang IFG: pada tahun 2020, Pemerintah melakukan pembentukan Holding Perasuransian dan Penjaminan dengan menetapkan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI menjadi Perusahaan Induk melalui Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan BPUI

Sehubungan dengan pembentukan holding tersebut, berdasarkan surat Kementerian BUMN Nomor S-562/MBU/08/2020 tanggal 6 Agustus 2020, Kementerian BUMN telah menyetujui perubahan brand dan logo BPUI menjadi IFG.

Saat ini, IFG beranggotakan sembilan anak perusahaan, yang terdiri dari PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Jasa Raharja (Jasa Raharja), PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Bahana Sekuritas, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Artha Ventura, PT Grahaniaga Tata Utama, dan PT Bahana Kapital Investa.