Kementan Kembangkan Program 1.000 Kampung Hortikultura

Foto : istimewa

Pasardana.id - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan ekspor pertanian di tahun 2021, khususnya untuk buah-buahan.

Adapun upaya ini diwujudkan salah satunya melalui program 1.000 Kampung Hortikultura.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto mengungkapkan, bahwa program 1.000 kampung hortikultura ini tidak hanya bertujuan untuk menggenjot produksi, tetapi juga termasuk menggerakkan perekonomian desa dan membuka lapangan kerja produktif.

“Kami punya program untuk pengembangan 1000 Kampung Hortikultura. Sekarang, kami juga sedang mengidentifikasi kampung-kampung existing dan kami akan register kampung-kampung tersebut. Selanjutnya, akan diberikan pendampingan dan pembinaan mengenai penerapan good agriculture practice (GAP) dan good handling practice (GHP). Bagi yang sudah siap, kami juga mempersiapkan untuk bantuan serta sarana-prasarana pengolahan dan pasca panen hortikultura,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (21/01/2021).

Adapun kebijakan Program 1000 Kampung Hortikultura ini disusun sesuai mandat Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, yang berkeinginan agar sektor agraria terus tumbuh sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekalipun di masa pandemi.

Lebih lanjut Prihasto menjelaskan, nantinya setiap kampung akan mendapat bantuan kawasan 10-20 hektare. Adapun bantuan yang diberikan, yakni berupa bibit unggul, pupuk, serta sarana pengendali OPT.

Ia berharap, dengan adanya kampung tersebut dapat menciptakan sentra unggul komoditas hortikultura ke depannya.

“Nanti tiap satu kampung akan mendapat bantuan minimal untuk 10 sampai 20 hektare. Jadi akan terkonsentrasi di satu kampung tersebut. Akan kami berikan bibit unggul, pupuk, sarana pengendali OPT. Harapannya ke depan, akan menjadi sentra unggul komoditas hortikultura, baik buah-buahan maupun sayuran yang betul-betul terkonsentrasi,” ujar Prihasto.

Kebijakan Kementan untuk meningkatkan ekspor komoditas hortikultura juga turut mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.

Adapun dukungan yang diberikan berupa integrasi produk hortikultura pada platform National Logistic Ecosystem, Fasilitas Kawasan Berikat Hortikultura, Fasilitas KITE Hortikultura dan pengembangan Kemitraan Closed Loop Hortikultura.