PTUN Kabulkan Permohonan Bosowa, BBKP Akan Banding

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Bank Bukopin Tbk (IDX: BBKP) akan mengajukan banding atas putusan majelis hakim PTUN dengan Nomor Perkara 178/G/2020/PTUN.JKT tanggal 18 Januari 2021 terkait permohonan Bosowa Corporindo menjadi Pemegang Saham Pengendali (PSP).

Hal itu disampaikan Direktur Utama BBKP, Rivan Purwantono kepada media, Selasa (19/1/2021).

“Kami menghormati putusan PTUN. Sejak awal kami selalu berkoordinasi dengan OJK dan kuasa hukum. Senada dengan OJK, maka kami juga akan melanjutkan proses hukum melalui banding,” kata dia.

Ia juga menegaskan, perubahan PSP pada perseroan telah sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 77 tahun 2020 perihal Perubahan Struktur Kepemilikan Saham Negara Melalui Penerbitan dan Penjualan Saham Baru Pada PT Bank Bukopin Tbk, yang diterbitkan pada tanggal 29 Desember 2020.

“Kami juga sudah menerima salinan PP-nya, yang mengesahkan perubahan kepemilikan pemerintah setelah beberapa aksi korporasi untuk penguatan fundamental Perseroan,” terangnya.

Ia melanjutkan, operasional Bank Bukopin tetap berjalan seperti biasanya dan tidak ada perubahan di kepemilikan saham Bank Bukopin.

“Sampai dengan saat ini, komposisi saham masih sama, dengan KB Kookmin Bank sebagai Pemegang Saham Pengendali dengan kepemilikan 67 persen. Selain itu, masih ada kepemilikan Negara RI sebesar 3,18 persen,” jelas dia.

Adapun harga saham Bank Bukopin bertahap naik sejak aksi korporasi tersebut dituntaskan pada awal September 2020.

Hingga pekan kedua Januari 2021, saham Perseroan mencapai harga tertinggi di level Rp845, sebelum kemudian bertahap terkoreksi sesuai dinamika pasar saham.

“Ini adalah bukti naiknya kepercayaan publik dan investor, kami sangat mengapresiasi positif akan hal ini,” terang Rivan, ketika ditanya perihal saham perseroan.

Untuk terus berkomitmen terhadap transformasi tersebut, Rivan menjelaskan bahwa Bukopin telah menetapkan strategi dan arah haluan baru bagi Perseroan yang sejalan dengan misi KB membesarkan bank dengan mayoritas bisnis di segmen retail ini.

“KB Kookmin Bank sangat serius dalam mendukung perbaikan fundamental Bukopin, dan hal ini ditanggapi baik oleh masyarakat. Untuk itu, kami bersyukur, dan menjadi penyemangat untuk tetap melanjutkan transformasi di tengah pandemi,” jelas Rivan.

Terkait proses rebranding, Corporate Secretary Bank Bukopin, Meliawati mengungkapkan, bahwa proses (rebranding) tetap berjalan sesuai dengan rencana. 

“Sejak disetujui RUPS pada 22 Desember 2020, serta kemudian diikuti persetujuan Kemenkumham RI atas rencana perubahan nama Perseroan, kami terus melanjutkan proses rebranding. Saat ini, dokumen permohonan persetujuan proses ini sedang ditelaah oleh OJK,” terangnya.

Terkait kepemilikan saham, jelas dia, terdapat kenaikan jumlah pemegang saham ritel.

“Hal ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan terhadap Bukopin dan KB sebagai PSP, jumlah pemegang saham ritel di Desember 2020 naik hingga 3 kali lipat, kami harapkan kepercayaan ini dapat kami jaga untuk jangka panjang,” terang dia.