OJK Taksir Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp180 Triliun di Tahun 2021

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, pelaku pasar modal pada tahun 2021 kembali meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi nasional dan dimulainya program  vaksin Covid-19.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso menyatakan, penghimpunan dana di pasar modal tahun 2021 diperkirakan akan meningkat kembali sebagaimana sebelum pandemi Covid-19, yakni dikisaran Rp150 triliun sampai dengan Rp180 triliun.

“Hal itu didukung dengan maraknya penerbitan surat utang sebagai implikasi dari likuiditas global yang masih memadai dan berlanjutnya tren suku bunga rendah,” kata dia, dalam sambutan di acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan, Jumat (15/1/2021).

Untuk itu, jelasnya, OJK akan melanjutkan upaya pendalaman pasar keuangan, menjaga market integrity, serta meningkatkan inklusi pasar modal dengan memasukkan bisnis ritel sebagai investor maupun sebagai emiten untuk mendukung pembiayaan pembangunan.

Ia mencontohkan, dengan memfasilitasi penerbitan berbagai efek, termasuk obligasi daerah, serta pengembangan instrumen derivatif dan infrastruktur pasar (CCP OTC).

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan, untuk menjaga industri pasar modal, kebijakan pengendalian volatilitas yang dikeluarkan OJK sejak awal pandemi serta tindakan tegas pengawasan OJK telah meningkatkan kepercayaan investor, yang tercermin dengan membaiknya IHSG di atas level 6.000 pada awal 2021, setelah sebelumnya terpuruk di posisi terendah di level 3.937,6 pada tanggal 24 Maret 2020 lalu.

“Penguatan IHSG tidak terlepas dari meningkatnya jumlah investor ritel di pasar modal yang mencapai 3,88 juta investor. Sementara penghimpunan dana melalui penawaran umum mencapai Rp118,7 triliun dengan 53 emiten baru yang merupakan angka tertinggi di ASEAN,” beber dia.