ANALIS MARKET (28/9/2020) : IHSG Memiliki Peluang Bergerak Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan hari Jum’at, 25/09/2020 lalu, IHSG ditutup menguat 103 poin atau +2,13% menjadi 4,945. Sektor aneka industri, keuangan, perkebunan, industri dasar, industri konsumsi, pertambangan, property, perkebunan, infrastruktur bergerak positif dan menjadi kontributor terbesar pada kenaikan IHSG kemarin. Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar 829 miliar rupiah.

Adapun cerita hari ini akan kita awali dari;

1.PERANG BARU

Kabar yang mengejutkan datang dari Amerika. Amerika akan mulai memberlakukan pembatasan ekspor untuk Semiconductor Manufacturing International Corp. Tentu saja hal tersebut akan memberikan tamparan besar bagi Industri Teknologi China dan tentu saja kembali menuangkan bensin ditengah hubungan antara Amerika dan China dibidang kekayaan intelektual dan keamanaan nasional. Perusahaan Amerika saat ini membutuhkan izin untuk mengekspor beberapa product tertentu kepada perusahaan China. Namun karena resikonya tidak dapat diterima dengan alasan keamanan hal ini membuat pengiriman kedua negara tersebut menjadi tersendat. Sejauh ini department perdagangan belum mengkonfirmasi pernyataan tersebut. SMIC sendiri belum mengirimkan pemberitahuan resmi mengenai sanksi tersebut, namun mereka mengatakan bahwa mereka tidak memiliki hubungan dengan Angkatan Bersenjata milik China maupun memproduksi barang untuk keperluan militer China. Pembatasan SMIC akan menjadi sebuah tanda bahwa, SMIC akan menjadi perusahaan berikutnya dari sekian banyak perusahaan yang menjadi korban dari keganasan Thanos, eh maksud kami Trump. Pemerintahan Trump sudah melakukan sentiment tersebut sejak dari Huawei yang dimana Amerika mencegah Huawei untuk membeli peralatan dari Amerika. Kemudian applikasi Tik Tok pun menjadi salah satu yang hangat diperbincangan kemarin. Sebagai informasi, 50% peralatan miliki SMIC semuanya berasal dari buatan Amerika yang dimana memiliki nilai pasar lebih dari $29 miliar. Pelanggan SMIC sejauh yang kami tahu adalah Qualcomm dan Broadcom Inc. Sontak akibat perlakuan Amerika tersebut, saham SMIC mengalami penurunan hingga 23%. Kami melihat bahwa China akan terus mencoba untuk bersabar hingga pemilu di Amerika usai. Yang kami tidak bisa bayangkan kalau ternyata penantian dan kesabaran China menanti pemilu usai, namun masih dimenangkan oleh Trump. Mungkin China akan menangis kecewa kalau apabila hal tersebut terjadi. Kisah dari China tersebut mendapatkan pembelaan dari Zhao dalam jumpa pers yang diadakan di Beijing yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Amerika telah melanggar peraturan perdagangan internasional, merusak pasokan industry global dan rantai serta nilai perusahaan, dan yang terpenting akan merusak kepentingan nasional Amerika dan citranya sendiri. Well, kehidupan terus berjalan meskipun kita terjatuh. Oleh sebab itu bukan China namanya kalau tidak bisa menunjukkan kebangkitan. Seperti yang dialami Huawei, pada akhirnya ketergantungan Huawei terhadap Android milik Google pun dapat diputuskan, meskipun yang menarik pengguna Huawei masih dapat menginstal Play Store di hp mereka. Tentu ini menjadi sebuah tanda bahwa China tidak tinggal diam, China tidak berhenti ketika ditekan, dan China akan kembali menunjukkan bahwa mereka akan berdiri di kedua kaki sendiri dengan

mengandalkan konsumsi domestic yang dimana transformasi tersebut akan dilakukan dalam kurun waktu 5 tahun.

2.PUMP UP!

Bank yang berada di daerah Eropa siap untuk memberikan obat baru, pendanaan yang sangat sangat murah atau dikenal dengan sebutkan Ultra Cheap versi terbaru dari Samsung Galaxy Note Series. Eh bukan itu maksudnya pemirsa, tapi Ultra Cheap disini merupakan salah satu konsep pendanaan yang sangat murah yang dimana hal tersebut merupakan salah satu upaya dari Bank Sentral Eropa untuk memberikan kepada mereka yang membutuhkan sebagai insentif untuk memberikan pinjaman kepada mereka yang mengalami masalah perekonomian. Pinjaman yang diberikan kemarin dikenal dengan sebutan TLTRO yang dimana Bank akan memberikan pinjaman jangka Panjang dengan tingkat suku bunga -1% yang dimana itu artinya Bank Sentral Eropa akan membayar kepada mereka yang meminjam uang tunai kepada perusahaan atau rumah tangga. Meskipun tawaran tersebut menarik, bank sejauh ini sudah memiliki dana yang cukup setelah sebelumnya bank bank tersebut mencatatkan rekor sebanyak 1.3 triliun euro atau $1.5 triliun dalam operasi selama 3 bulan yang lalu. TLTRO akan menjadi salah satu amunisi kebijakan yang paling penting yang Bank Sentral Eropa terbitkan karena memberikan kompensasi kepada bank dengan tingkat suku bunga berada di -0.5%. Dari Emerging market mungkin akan menghadapi bulan yang sangat sulit pada October nanti. Alih alih optimis, hati hati mungkin menjadi salah pilihan yang paling penting saat ini. Kesenjangan antara volatilitas mulai semakin terlihat antara emerging market dengan G7, khususnya tekanan akibat wabah virus corona. Laporan manufacturing dari China, India, Brazil, dan Afrika Selatan akan menjadi salah satu tolok ukur penting pekan ini karena akan menentukan arah selanjutnya khususnya perekonomiannya bagi emerging market. Volatilitas market akan bertambah seiring dengan semakin dekatnya pemilu Presiden di Amerika yang dimana debat antara Trump dan Joe Biden akan dimulai pada hari Selasa mendatang. Dari India dan Filipina sendiri akan mengadakan Pertemuan Bank Sentral yang dimana, kami perkirakan Bank Sentral India dan Filipina akan memberikan pandangan baru terhadap kebijakan moneter yang mereka miliki, namun kami melihat mereka akan menjaga tingkat suku bunga mereka untuk tidak mengalami perubahan saat ini. India dan Filipina akan berusaha untuk menyeimbangan kebutuhan antara stimulus tambahan dengan volatilitas yang mengalami peningkatan. Bank Sentral India ada kemungkinan akan berusaha untuk meningkatkan likuiditas dengan melonggarkan kembali kebijakan mereka. Sedangkan untuk Bank Sentral Filipina ada kemungkinan akan memangkas tingkat suku bunga, tapi bukan sekarang lho ya. Nanti, entah itu kapan yang jelas tidak pada bulan ini. Dari China sendiri, mereka akan merilis data manufacturing yang diperkirakan akan menunjukkan kenaikkan sehingga memberikan gambaran akan adanya pemulihan perekonomian. Sejauh ini keuntungan di industry China mulai mengalami kenaikkan selama 4 bulan berturut turut. Kami tentu sangat berharap bahwa pemulihan di China khususnya dapat berjalan dengan konsisten agar dapat menopang beberapa negara yang memiliki hubungan kedekatan perdagangan dengan China, katakana seperti Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, dan German secara tidak langsung tentu hal tersebut akan mendorong kerjasama perdagangan sehingga memberikan dorongan untuk melakukan pemulihan.

3.SIMALAKAMA?

Pemerintah berencana mengurangi stimulus kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk tahun depan. Beberapa sektor industri akan dipantau untuk tetap mendapat bantuan. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan bahwa jenis usaha yang akan mendapat bantuan adalah mereka yang paling terpukul karena Covid-19. Selain itu juga mempekerjakan banyak orang. Febrio menjelaskan bahwa sektor perdagangan pasti bakal menjadi sorotan karena menyerap banyak orang. Sementara yang paling terdampak paling dalam menurutnya adalah yang berkaitan dengan transportasi dan pariwisata. Di samping itu, pemerintah juga memerhatikan jenis usaha yang bisa pulih dengan sendiri dan tidak. Pertimbangan-pertimbangan itulah yang menjadi kajian dalam mengalokasi stimulus. Tahun ini, bantuan pemerintah dalam bentuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) secara total berjumlah Rp695,2 triliun. Berdasarkan anggaran tahun depan, terdapat penurunan setengahnya menjadi Rp365,5 triliun. Dalam hal ini kami melihat ada baik maupun buruknya, hal baiknya apabila dana tersebut sesuai dengan target dari industry yang memang akan dituju, tentu pemerintah lebih optimal dalam menjalankan stimulus fiskalnya, sehingga dana tersebut memang benar – benar tepat sasaran. Namun hal lain yang juga kami perhatikan adalah beberapa sector yang mungkin tidak masuk prioritas pemerintah tentu juga menjadi bagian dari industry terdampak, dimana permintaan mereka saat ini juga ikut berkurang akibat dari pandemic yang terjadi saat ini. Kami berharap pengurangan dari anggaran tersebut memang telah diperhitungkan oleh pemerintah guna mendorong perekonomian dari sektor lain.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak menguat dan ditradingkan pada level 4,890 – 4,982,” sebut analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Senin (28/9/2020).