Wahana Investasi Raiz Incar 200 Ribu Nasabah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Raiz Invest Indonesia, wahana perdagangan digital investasi mikro menargetkan 200 ribu nasabah pada akhir tahun 2020.

Hal itu dicapai dengan inovasi dan pengembangan fitur pada wahana Raiz.  

Direktur Utama Raiz Invest Indonesia, Fahmi Arya mengatakan, fitur investasi mikro berkelanjutan tersebut belum pernah ada di Indonesia.

Tapi pertumbuhan transaksi dan pertumbuhan nasabahnya akan seiring dengan minat investor muda untuk memulai investasi di pasar keuangan.

“Kami menargetkan 200.000 nasabah tahun 2020. Ini berarti naik 400 persen dari akhir 2019 yang telah dicapai Raiz yaitu lebih dari 40.000 nasabah dengan inovasinya dan pengembangan fitur investasi dan keuangan. Per akhir Juli 2020, sudah terdapat 100.000 nasabah terdaftar dan lebih dari 23.500 investor akrtif bertransaksi,” papar dia di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Ia menerangkan, Raiz telah berkerja sama dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk dan dua aplikasi dompet digital, yaitu DANA dan LinkAja sebagai gerbang pembayaran bagi para nasabah untuk melakukan transaksi.

Raiz Invest juga akan berkerja sama dengan pihak dompet digital lainnya untuk memudahkan para nasabah untuk melakukan investasi.

“Dari setiap transaksi perbankan yang dilakukan nasabah, akan dilakukannya pembulatan keatas dari nilai transaksi tersebut. Sisihan dana yang nantinya terkumpul menjadi Rp.50.000 itu akan dimasukan ke dalam investasi oleh nasabah melalui aplikasi Raiz,” papar dia.

Nantinya, dana nasabah akan langsung ditempatkan pada Reksa Dana Pasar Uang untuk yang konservatif, Reksa Dana pendapatan tetap untuk yang moderat, dan Reksa Dana indeks saham bagi yang agresif.

Ketiga produknya pun sudah dipilihkan dan melalui proses seleksi Raiz Invest.