Indeks Kospi Melonjak 1,29 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 28,93 poin, atau sekitar 1,29 persen, pada Selasa (4/8/2020), menjadi 2.279,97 yang merupakan angka penutupan tertinggi sejak 2 Oktober 2018.

Volume perdagangan moderat mencapai 713 juta saham senilai 9,3 triliun won atau sekitar US$12,6 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 677 berbanding 171.

Angka indeks terdongkrak data teraru yang menunjukkan membaiknya aktivitas manufaktur di Amerika Serikat dan Tiongkok.

Indeks manufaktur AS Institute for Supply Management (ISM) meningkat 1,6 poin dari bulan sebelumnya pada Juli, menjadi 54,2. Indeks manajer pembelian Caixin Manufacturing TIongkok mencapai 52,8 pada Juli, menunjukkan terjadinya ekspansi.

“Sentimen pasar membaik setelah data manufaktur di AS dan Tiongkok menunjukkan peningkatan,” jelas Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor meraup saham senilai 185 miliar won, sedangkan investor institusi dan asing masing-masing melepas saham senilai 149 miliar won dan 58 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics naik 0,88 persen, saham SK Hynix sebaliknya turun 0,24 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia Motors masing-masing melambung 4,33 persen dan 3,65 persen.

Saham perusahaan kimia LG Chem melonjak 1,1 persen. Saham perusahaan biofarmasi Celltrion menanjak 1 persen, sedangkan saham Samsung BioLogics turun 0,14 persen.

Saham perusahaan operator portal internet Naver anjlok 1,11 persen. Saham Kakao sebaliknya melonjak 1,09 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 0,70 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.194,10 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melonjak 1,05 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia melambung 111,50 poin, atau sekitar 1,88 persen, menjadi 6.037,60. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Indonesia, Thailand, Filipina, dan Vietnam menguat, sedangkan Bursa Malaysia melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 3,72 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 3.371,69. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melambung 488,50 poin, atau sekitar 2 persen, menjadi 24.946,63.