HSBC Percepat Rencana Pemberhentian 35.000 Karyawan

foto: istimewa

Pasardana.id - HSBC pada Senin (3/8/2020) mengumumkan rencana percepatan pemberhentian 35.000 karyawan. Langkah tersebut dilakukan setelah non-performing loan (NPL) bank yang berpusat di London, Inggris, tersebut mencapai US$13 miliar, atau sekitar Rp189,6 triliun akibat perlambatan aktivitas ekonomi seiring berlangsungnya pandemi virus Corona (COVID-19).

Menurut CEO HSBC Noel Quinn, restrukturisasi menjadi satu-satunya opsi karena keadaan telah berubah secara drastis sejak 2020 dimulai. “Lingkungan operasional mengalami perubahan signifikan sejak awal tahun,” ungkapnya, seperti dikutip BBC News.

Pada semester I 2020, HSBC mengalami penurunan laba sebelum pajak sebesar 65 persen menjadi US$4,3 miliar. Penurunan yang terjadi lebih tajam dari perkiraan para analis.

Dalam menghadapi kondisi yang ada, HSBC telah memberikan penundaan pembayaran pinjaman kepada 700.000 kreditur serta mempersiapkan dana sebesar US$27 miliar untuk mendukung aktivitas bisnis para kreditur.

Jumlah karyawan HSBC secara global saat ini mencapai 235.000 karyawan.