BKPM Petakan Potensi Investasi di 17 Provinsi

Foto : istimewa

Pasardana.id - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan, bahwa pihaknya tengah memetakan potensi investasi di 17 provinsi di Indonesia. Hal ini demi meningkatkan investasi di daerah.   

"Kami dapat anggaran untuk 17 provinsi. Jadi 17 provinsi lainnya kami lakukan pada 2021. Ini saya perjuangkan karena perintah Komisi VI DPR," ungkap Bahlil dalam video conference, Kamis (27/8/2020).

Ia menjelaskan, peta potensi investasi daerah tersebut berupa kajian pra uji kelaikan (pra feasibility study) per proyek. Dengan begitu, BKPM akan memiliki pegangan proyek-proyek tertentu yang telah jelas untuk dipromosikan.

"Jadi saat kami promosi investasi, kami tidak lagi mengarang bebas," ucap Bahlil.

Dia mencontohkan, pemerintah bisa mempromosikan proyek tambang di Sulawesi Utara dengan spesifik, dari jenis tambang, berapa cadangannya, berapa luas lahan, berapa potensi keuntungan, dan modalnya.

Dengan cara seperti itu, BKPM dapat menjamin poin-poin yang dipromosikan tak berbeda dengan situasi di lapangan.

"Dengan bungkusan rapi tapi apakah betul bungkusan sama dengan kondisi di lapangan. Nanti output nya seperti itu," jelas Bahlil.

Sebelumnya, Bahlil melayangkan surat kepada Kementerian PPN/Bappenas mengenai usulan penyusunan peta potensi investasi daerah.

Langkah tersebut merupakan satu dari enam strategi pemulihan investasi pada 2021.

Selain menyusun peta potensi investasi, BKPM akan mengeksekusi investasi mangkrak dan investasi berskala besar di industri, memfasilitasi investasi relokasi asing, melakukan debottle necking dan after care investasi melalui pendampingan investor, melakukan perluasan daftar positif investasi, serta melakukan deregulasi dan integrasi perizinan.