Inggris Terparah Terhantam Dampak Ekonomi COVID-19

foto: istimewa

Pasardana.id - Inggris menjadi negara yang terparah terhantam dampak ekonomi pandemi virus Corona (COVID-19) pada periode April sampai Juni 2020.

Seperti dilansir BBC News, Rabu (26/8/2020), laporan Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) menyebutkan bahwa pandemi telah menyebabkan Inggris memasuki resesi. Kontraksi GDP Inggris sebesar 20,4 persen sangat jauh melampaui rata-rata kontraksi 9,8 persen yang dialami negara-negara anggota OECD.

Spanyol menjadi negara anggota OECD kedua terparah terdampak pandemi, dengan GDP negara tersebut berkontraksi 18,5 persen.

Kontraksi yang berlangsung merupakan yang terburuk bagi negara-negara anggota OECD sepanjang sejarah. Pada awal 2009 lalu, saat puncak krisis finansial terjadi, kontraksi GDP hanya mencapai sektiar 2,3 persen.

Perekonomian Negara-negara anggota G7 juga mengalami kontraksi, sebesar 10,9 persen. Sedangkan perekonomian zona euro berkontraksi 12,1 persen.

GDP Perancis, Italia, Kanada, dan Jerman masing-masing berkontraksi 13,8 persen, 12,4 persen, 12 persen, dan 9,7 persen.