Bamsoet Dorong NU dan Muhammadiyah Ambil Alih Saham Bank Muamalat

Foto : istimewa

Pasardana.id - Ketua MPR, Bambang Soesatyo mendorong dua organisasi umat Islam terbesar Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, mengambil alih kepemilikan saham Bank Muamalat.

Langkah tersebut dinilai bisa menyelamatkan berbagai sengkarut masalah yang terus menerus dialami Bank Muamalat.

"Sehingga kedaulatan bank syariah pertama di Indonesia tersebut bisa sepenuhnya di tangan umat, di tangan anak bangsa sekaligus sebagai penyelamatan atas berbagai sengkarut yang terus menerus dialami bank Muamalat," ujar Bamsoet, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu, (29/7/2020).

Menurutnya, kredibilitas bank Muamalat di mata masyarakat masih sangat baik. Meski demikian, bank Muamalat harus juga harus melakukan berbagai perbaikan.

Melihat catatan kinerja di 2019, Bank Muamalat hanya mengumpulkan laba bersih Rp16 miliar, padahal di 2018 bisa mencapai Rp46 miliar.

"Jika tak dikelolah dengan baik, nanti umat yang dirugikan," ujarnya.

Bamsoet juga menyoroti Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II-2019 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menilai fungsi pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap tujuh perbankan belum sesuai ketentuan. Salah satu bank tersebut adalah Bank Muamalat.

"BPK menilai OJK tidak memberikan rekomendasi untuk melakukan koreksi atas non performing loan (NPL), cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN), dan/atau kewajiban penyediaan modal minimum sesuai hasil pemeriksaan," tutur dia.

Akibatnya, status pengawasan Bank Muamalat hingga 2019 dinilai tidak mencerminkan kondisi sesungguhnya.

"Untuk itu, sekali lagi kami mengingatkan OJK agar menjalankan tugasnya secara sungguh-sungguh agar desakan evaluasi dan pembubaran lembaga tersebut tidak semakin kencang," tandasnya.