ANALIS MARKET (30/7/2020) : IHSG Memiliki Peluang Bergerak Variatif Cenderung Menguat Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan hari Rabu, 29/07/2020 lalu, IHSG ditutup melemah 1 poin atau 0,04% menjadi 5.111. Sektor aneka industri, property, dan keuangan bergerak negatif dan menjadi kontributor terbesar pada penurunan IHSG kemarin. Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar 434 miliar rupiah.

Adapun cerita hari ini akan kita awali dari:

1.I DO IT FOR YOU

Sama seperti judul lagi yang super romantis, kali ini lagu tersebut dinyanyikan oleh The Fed untuk kita semua. Seperti yang sudah kita duga memang The Fed tidak akan mengubah tingkat suku bunganya, namun perkara pernyataan yang disampaikan oleh The Fed tentu menenangkan pasar, menenangkan hati kami juga sih. The Fed mengatakan bahwa dirinya berjanji akan menggunakan semua tools yang ada untuk mendukung pemulihan perekonomian dari perlambatan ekonomi yang mungkin dapat dikatakan berada dalam fase paling parah dalam sejarah. Powell mengatakan bahwa ke depannya ketidakpastian terhadap perekonomian masih sangat tinggi, dan keberhasilan pemulihan perekonomian tergantung dengan bagaimana kita menjaga virus agar tetap terkendali. Powell mengatakan bahwa masih banyak hal yang akan terjadi terkait dengan dampak yang sudah diberikan oleh virus corona terhadap perekonomian. Pembukaan perekonomian memang masih berjalan cukup baik, dan banyak orang yang sudah bekerja, meskipun dalam kegiatan perekonomian yang mengumpulkan orang banyak masih belum dapat terjadi karena masih membutuhkan waktu yang lebih lama. Powell mengatakan bahwa tidak semua sector perekonomian melemah, sector perumahan masih memberikan titik terang. Namun secara kecepatan pemulihan perekonomian, hal tersebut masih menunjukkan perlambatan. The Fed juga mengatakan bahwa prospek perekonomian dalam jangka waktu menengah masih dalam situasi dan kondisi yang tidak pasti, dan tingkat suku bunga masih akan ditahan mendekati nol untuk mendukung pemulihan perekonomian. Kami melihat focus utama dari tujuan The Fed adalah mencapai jumlah pekerja maksimum serta stabilitas harga. 2 kunci ini akan memegang peranan penting saat ini untuk menjaga akselerasi pemulihan perekonomian. Powell mengatakan bahwa pemulihan perekonomian masih membutuhkan dukungan baik dari kebijakan moneter maupun fiscal, itu artinya bahwa pertemuan antara anggota parlemen terkait dengan negosiasi mengenai stimulus yang hampir habis pada bulan July menjadi salah satu perhatian Powell, karena tidak mungkin apabila hanya mengandalkan kebijakan moneter. The Fed masih akan terus melakukan pembelian US Treasury dan beberapa efek lainnya yang termasuk hipotek setidaknya dalam porsi yang sama hingga saat ini dalam kurun waktu beberapa bulan mendatang. Dalam hal likuiditas Dollar, The Fed juga mengatakan bahwa mereka akan terus memperpanjang aktivitas swap dollar dan fasilitas pembelian kembali untuk otoritas moneter asing dan internasional hingga Maret 2021. Apa yang dilakukan oleh The Fed merupakan salah satu cara untuk menangkan para pelaku pasar, namun kekhawatiran terkait wabah virus corona masih menjadi sesuatu yang menakutkan untuk dinantikan. Sejauh ini investor masih tetap optimis meskipun ada tanda tanda mulai melemahnya perekonomian kembali yang terjadi. Yang membuat optimis adalah bahwa adanya harapan akan vaksin yang diharapkan tentu akan segera tiba. Namun yang menarik adalah, bahwa tampaknya Powell tidak begitu berharap dengan apa yang terjadi dengan perkembangan vaksin, meskipun itu membantu perekonomian untuk bisa pulih dalam artian dapat membantu tingkat akselerasi pemulihan ekonomi. Powell mengatakan bahwa The Fed akan selalu melakukan dan berharap yang terbaik, namun juga selalu merencanakan untuk sesuatu yang terburuk. Oh, so sweet, tentu ini yang membuat pasar semakin yakin bahwa kehadiran The Fed tidak hanya sebatas menunjukkan bahwa dirinya hadir, namun juga dapat dirasakan oleh pasar. Inilah yang terpenting, karena mampu menjaga rasa optimis untuk menopang apa yang dinamakan ekspektasi dan harapan. Fokus selanjutnya adalah menanti kehadiran data pertumbuhan perekonomian yang diperkirakan akan mengalami kontraksi yang dalam. Apakah yang dilakukan The Fed hari ini mampu mengkompensasi rasa kekhawatiran pasar?

2.HARAPAN UNTUK LOGAM

Pelemahan dollar Amerika dalam beberapa bulan belakangan menjadi trigger bagi penguatan sejumlah logam dasar. Kami menilai saat ini pelaku pasar cenderung menghindari risiko terhadap fluktuasi di pasar keuangan. Sehingga penguatan dari logam dasar ini dinilai pengalihan alokasi asset dari asset berisiko ke asset yang dianggap cukup aman. Selain itu secara historikal, hubungan harga antara dollar Amerika dan logam dasar berbanding terbalik. Hal itu sudah terjadi selama 52 tahun terakhir. Aluminium dan tembaga adalah logam mulia yang memiliki korelasi berbanding terbalik kuat dengan dollar Amerika, artinya pelemahan dollar Amerika saat ini dapat mendorong hargaharga logam dasar untuk menguat lebih lanjut. Kami melihat dalam beberapa perdagangan terakhir, pamor dolar Amerika sebagai aset investasi aman di tengah banyak ketidakpastian pasar terus memudar. Penurunan dollar Amerika saat ini menurunkan kinerja tahun berjalan sehingga saat ini tercatat terkoreksi 2,05% secara YTD. Kami melihat harga logam dasar saat ini juga didukung sentimen pemulihan dari ekonomi China sebagai konsumen utama komoditas dunia yang dapat meningkatkan permintaan sehingga harga makin terdorong untuk menguat lebih lanjut. Perbaikan permintaan China tercermin dari impor konsentrat tembaga dari Amerika yang mencapai level tertinggi pada Juni 2020 sejak September 2018, yaitu sebesar 30.734 ton. Angka ini setara dengan 4,68% dari total impor konsentrat tembaga Negeri Panda periode Juni 2020, yang sebesar 656.483 ton. Sehingga kami memproyeksikan dalam waktu pendek dan menengah penguatan logam dasar ini masih akan berlanjut. Hal itu berdasarkan pada pelemahan dollar Amerika dan naiknya permintaan akan logam dasar.

3.SEBUAH DUKUNGAN, SEBUAH HARAPAN

Pemerintah terus berusaha untuk melakukan pemulihan ekonomi dalam negeri, kali ini datang dengan program penjaminan pemerintah untuk kredit modal kerja kepada sektor korporasi. Dukungan tersebut di sampaikan oleh menteri keuangan saat Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Nota Kesepahaman Program Penjaminan Kredit Korporasi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan kepada sektor korporasi mengenai skema program penjaminan kredit modal kerja oleh pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional dan menyampaikan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) akan berkontribusi dalam skema penjaminan modal kerja yang diberikan perbankan kepada pelaku usaha korporasi padat karya. Langkah ini dilakukan oleh pemerintah untuk mendukung pemulihan ekonomi, karena tanpa dukungan sektor korporasi tidak mungkin ekonomi akan pulih. Dengan adanya program tersebut diharapkan akan keberlangsungan sektor korporasi sehingga dapat mendukung program pemulihan ekonomi di saat tekanan pandemic corona yang melumpuhkan perekomian.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak variatif cenderung menguat terbatas dan ditradingkan pada level 5.072-5.136,” sebut analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Kamis (30/7/2020).