Indeks Kospi Melonjak 1,76 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 39,13 poin, atau sekitar 1,76 persen, pada Selasa (28/7/2020), menjadi 2.256,99. Volume perdagangan mencapai 851 juta saham senilai 17,2 triliun won atau sekitar US$14,4 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 495 berbanding 344.

Angka indeks melonjak dipicu respon positif para investor terhadap rancangan paket stimulus senilai US$1 triliun yang dirilis senat Amerika Serikat. Pelemahan nilai tukar dolar AS juga memicu pembelian saham di pasar ekonomi berkembang seperti Korea Selatan.  

“Pelemahan dolar AS memicu terjadinya proses penyeimbangan aset portfolio secara global,” kata Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Sentimen pasar juga terdukung optimisme pengembangan vaksin virus Corona (COVID-19), dengan vaksin yang dikembangkan National Institutes of Health dan Moderna Inc telah memasuki uji klinis akhir.

Investor asing membeli saham senilai 1,3 triliun won, sedangkan investor institusi dan ritel masing-masing menjual saham senilai 217 miliar won dan 1,1 miliar won.

Saham Samsung Electronics melambung 5,4 persen seiring menguatnya ekspektasi bahwa perusahaan teknologi tersebut akan memperoleh keuntungan dari menegangnya hubungan AS-Tiongkok. Saham SK Hynix naik 0,36 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics naik 0,93 persen, sedangkan saham perusahaan kimia LG Chem melambung 2,13 persen. Saham perusahaan internet Naver dan Kakao masing-masing melonjak 1,23 persen dan 0,92 persen.

Saham perusahaan baja POSCO melambung 3,06 persen. Di sisi lain, saham perusahaan otomotif Hyundai Motor turun 0,4 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 0,8 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.196,90 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,8 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 23,70 poin, atau sekitar 0,39 persen, menjadi 6.020,50. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Malaysia, Filipina, dan Vietnam menguat, sedangkan Bursa Thailand dan Indonesia melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 22,73 poin, atau sekitar 0,71 persen, menjadi 3.227,96. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong meningkat 150,89 poin, atau sekitar 0,61 persen, menjadi 24.754,15.