Daimler Alami Kerugian 1,9 Miliar Euro

foto: istimewa

Pasardana.id - Daimler pada Kamis (23/7/2020) merilis laporan yang menyebutkan bahwa perusahaan otomotif Jerman tersebut mengalami kerugian 1,9 miliar euro, atau sekitar Rp32,26 triliun, pada kuartal II 2020 seiring merosotnya permintaan yang dipicu berlangsungnya pandemi virus Corona (COVID-19).

“Akibat pandemic COVID-19, kami mengalami kuartal yang menantang,” ungkap Ola Kaellenius, chairman Board of Management Daimler, seperti dikutip Xinhua.

Pendapatan turun 12,5 miliar euro year-on-year menjadi 30,2 miliar euro. Penjualan Mercedes-Benz yang merupakan brand utama Daimler merosot 30 persen menjadi 480.800 unit. Penjualan Daimler Trucks & Buses anjlok 55 persen year-on-year menjadi 61.000 unit pada Q2.

Dengan optimisme membaiknya kondisi perekonomian dunia di semester II 2020, Daimler memperkirakan perolehan laba sebelum bunga dan pajak maupun aliran kas bebas perusahaan tetap akan positif tahun ini.

Saham Daimler yang tercatat di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melambung 2,26 persen pada Kamis.