Indeks Kospi Turun 0,56 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 12,47 poin, atau sekitar 0,56 persen, pada Kamis (23/7/2020), menjadi 2.216,19. Volume perdagangan mencapai 920 juta saham senilai 16,1 triliun won atau sekitar US$13,4 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 597 berbanding 271.

Sentimen pasar memburuk seiring menegangnya hubungan politik antara Amerika Serikat dan Tiongkok setelah pemerintah AS meminta konsulat Tiongkok di Houston ditutup.

“Permintaan penutupan konsulat Tiongkok menunjukkan meningkatnya ketegangan hubungan AS-Tiongkok sehingga sentimen pasar memburuk,” jelas Cho Yoo-Joon, analis Shinhan Financial Investment, seperti dikutip Yonhap News.

Para investor juga menyambut negatif data terbaru yang menunjukkan bahwa perekonomian Korea Selatan berkontraksi 2,9 persen pada kuartal II 2020, melampaui ekspektasi, seiring merosotnya belanja konsumen dan ekspor produk.

Kontraksi yang terjadi merupakan yang tertajam sejak 1998, saat Korea Selatan dilanda krisis finansial.

Investor asing dan institusi masing-masing menjual saham senilai 210 miliar won dan 591 miliar won, sedangkan investor ritel membeli saham senilai 779 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing merosot 1,1 persen dan 0,96 persen. Saham perusahaan biofarmasi Samsung Biologic dan perusahaan baja POSCO masing-masing anjlok 1,9 persen dan 1,01 persen.

Di sisi lain, saham perusahaan otomotif Hyundai Motor melambung 5,06 persen. Saham perusahaan operator portal internet Naver menanjak 5,19 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 2 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.197,3 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, di saat Bursa Efek Tokyo, Jepang, tutup sehubungan berlangsungnya libur Hari Laut. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,3 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 19,40 poin, atau sekitar 0,32 persen, menjadi 6.094,50. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Thailand, Filipina, dan Vietnam melemah, sedangkan Bursa Singapura, Malaysia, dan Indonesia menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 8,05 poin, atau sekitar 0,24 persen, menjadi 3.325,11. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong naik 205,06 poin, atau sekitar 0,82 persen, menjadi 25.263.