ANALIS MARKET (30/6/2020) : IHSG Memiliki Peluang Bergerak Variatif Cenderung Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan hari Senin 29/06/2020, IHSG ditutup merah 2 poin atau 0.05% menjadi 4.901. Sektor aneka industri, agrikultur, properti, infrastruktur menjadi kontributor terbesar pada penurunan IHSG kemarin. Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar 600.5 miliar rupiah.

Adapun cerita hari ini akan kita awali dari :

1.PERINGATAN POWEL

Jerome Powell kembali memberikan pesan kepada dunia bahwa betapa pentingnya untuk menjaga tingkat penularan virus corona didalam pemulihan ekonomi Amerika yang mengalami kontraksi dalam beberapa dekade. Powell mengatakan bahwa kita telah berada dalam fase baru yang lebih penting dan melakukan banyak hal lebih cepat dari yang kita harapkan. Lonjakan kegiatan perekonomian juga disambut baik dan tetap memberikan tantangan baru, yaitu menjaga virus agar tetap terkendali. Dalam rilisnya, The Fed mengatakan bahwa The Fed dan Treasury telah bekerja sama untuk meluncurkan 9 program pinjaman darurat yang ditujukan untuk memberikan kredit untuk usaha skala menengah. Tindakan tersebut dilakukan untuk membantu menurunkan biaya pinjaman dan menjaga system keuangan untuk tetap stabil ditengah situasi dan kondisi yang berada dalam tekanan, dan memberikan dorongan kepada pasar saham agar bergerak menguat lebih tinggi. Tidak hanya itu saja, anggota parlemen Amerika sejauh ini juga telah menyetujui hampir $3 triliun untuk mendukung usaha kecil dan memberikan tunjangan asuransi kepada jutaan pekerja yang telah kehilangan pekerjaannya. Powell mengatakan bahwa dirinya optimis ketika melihat geliat aktivitas perekonomian meskipun ada lebih dari 20 juta orang di Amerika telah kehilangan pekerjaan mereka. Kedepannya perekonomian tidak pasti, namun keberhasilan kita tergantung dari bagaimana kita mengendalikan virus. Pada akhirnya tentu kami senang, akhirnya Om Powell juga bisa memberikan pemahaman bahwa pengendalian merupakan hal yang terpenting ketika vaksin virus belum dapat ditemukan. Bangkitnya perekonomian Indonesia tidak hanya semata mata berdasarkan geliat ekonominya saja, namun juga berdasarkan keberhasilan pemerintah untuk melakukan mitigasi resiko. Sebagai penutup Powell juga mengatakan bahwa jangan menarik stimulus yang sudah diberikan, karena kebijakan yang akan diambil tentu akan memberikan pengaruh terhadap pemulihan ekonomi kedepannya.

2.BELUM BERAKHIR

Direktur Jenderal WHO mengatakan bahwa penyebaran wabah virus corona semakin meningkat diseluruh dunia karena banyak negara yang membuka kembali perekonomiannya. Meskipun banyak negara yang membuat kemajuan, namun secara angka yang terkontaminasi virus corona sebenarnya sedang mengalami peningkatan. Tedros mengatakan bahwa kita ini semua mengatakan bahwa ini telah berakhir, namun pada kenyataannya bahwa ini belum berakhir. Sejauh ini virus tersebut telah menginfeksi lebih dari 10.1 juta orang di seluruh dunia dan telah menewaskan lebih dari 502.000 orang sejauh ini, dan lebih dari 23% dari 189.077 kasus baru berasal dari Amerika. Beberapa negara saat ini tengah mengalami lonjakan kasus dan tentu saja masih banyak orang yang rentan terkena virus corona ini. Negara negara harus berkumpul untuk belajar dan berbagi pengalaman dari negara yang satu kepada negara yang lain, dan saat ini kita masih kurang dalam hal solidaritas global. Tedros mengingatkan bahwa yang terburuk belum datang. L Sebuah pertanda tampaknya bahwa wabah virus corona masih akan memberikan gelombang berikutnya yang dapat menekan kembali perekonomian. Di Indonesia sendiri kami melihat kemungkinan terjadinya V Shaped dalam perekonomian masih mungkin terjadi meskipun memiliki tingkat probabilitas yang kecil. Mengapa demikian? Karena lonjakan virus yang terjadi dalam setiap hari nya memberikan penekanan bahwa virus tersebut masih belum dapat dikendalikan dan dapat menekan perekonomian karena adanya penurunan daya beli. Nomura sendiri memberikan perkirakan bahwa ekonomi Indonesia akan mengalami kontraksi hingga 3.2% tahun ini, dimana deficit akan meningkat menjadi 7.5% dari GDP.

3.AMERIKA VS CHINA, ANTARA AKU DAN DIA

Amerika dan China kembali membuat kehangatan di tengah tengah pasar yang diselimuti ketidakpastian. Amerika dan China kembali membuat daftar hitam perusahaan dari kedua negara tersebut, mulai dari melarang penerbangan hingga mengusir jurnalis. Kali ini perlawanan akan sengit dan terjadi di bawah meja yang dimana kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi. Ada cukup banyak perusahaan perusahaan Amerika yang berinvestasi jangka panjang di China, karena pasarnya begitu menjanjikan dan begitu besar. China sejauh ini akan terus menghindari langkah langkah yang membuat situasi dan kondisi menjadi boomerang bagi mereka. Kali ini kami melihat bahwa sentimen mengenai China akan membuat China tampaknya juga memilih kepada siapa China akan jatuh hati terkait dengan pemilihan Presiden yang akan datang. Apakah Trump dengan luka lamanya, atau Biden dengan cinta barunya. Sentimen tentang China mungkin akan menjadi salah satu bahan pemilu dari kedua belah pihak dalam kampanye mendatang. Amerika sejauh ini telah memblokir China Mobile Ltd, sebuah operator seluler terbesar di dunia dari China Mobile Ltd. untuk masuk ke dalam pasar Amerika. Tidak hanya itu saja, armada pemerintah Amerika juga telah menghancurkan drone buatan China dan mulai memperkecil transformator buatan China pada jaringan Listrik di Amerika. Tidak hanya itu saja, berita yang selalu kita dengar tentang Huawei, juga selalu ada diantara China dan Amerika tatkala Trump menginginkan untuk membatasi pergerakan Huawei. Sebagai balasannya, China mencegah maskapai penerbangan Amerika untuk memasuki China selama lebih dari 2 bulan, setelah sebelumnya Amerika memberikan pembatasan visa terhadap jurnalis China, dan dibalas kemudian oleh China dengan mengusir jurnalis Amerika. Dan yang membuat nyala api semakin panas adalah ketika Pentagon mengatakan bahwa Huawei merupakan salah satu perusahaan yang dimiliki atau dikendalikan oleh militer China, sehingga membuat pengawasan terhadap Huawei semakin meningkat. Sontak hal ini membuat China marah dan menuduh bahwa Pemerintah Amerika telah melanggar prinsip ekonomi pasar. Serasa masih kurang hangat, Amerika juga mencegah pembelian peralatan dari China yang dimana peralatan tersebut akan digunakan untuk mengganti komponen yang sudah tua dalam jaringan Listrik negara. Perusahaan yang memasuk komponen tersebut adalah Jiangsu Huapeng Transformer yang dimana mereka mengatakan bahwa mereka telah memberikan supply suku cadang ke Amerika selama hampir 15 tahun tanpa ada satu pun yang dibatalkan. Ini merupakan pembatalan pertama kali. Kami melihat Trump semakin berusaha menekan China meskipun tidak mengkhianati kesepakatan dagang yang pertama, tapi kami melihat bahwa apa yang dilakukan Trump akan berpotensi untuk memberikan dorongan kesepakatan tersebut dapat dibatalkan kapan saja. Tidak hanya itu saja, meningkatnya ketegangan antara Amerika dan China tentu saja dapat memperlambat pemulihan ekonomi, karena dengan terhambatnya rantai pasokan dari China, tentu akan membuat manufacture di Amerika juga tentu akan mengalami kendala. Pertanyaannya adalah, apakah bisa, Amerika melepas China dari rantai pasokan industry di Amerika?

4.MENJAGA EXISTENSI

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat dengan Komisi XI DPR, mengungkapkan pemerintah berencana memperpanjang waktu penempatan dana negara di empat bank BUMN. Perpanjangan waktu penempatan uang negara juga sesuai keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Saat ini, dana pemerintah sebesar Rp 30 triliun ditempatkan selama tiga bulan. Penempatan dana di bank BUMN tersebut sebelumnya diatur Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 70/2020 tentang Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional. Selanjutnya Sri Mulyani Indrawati menyampaikan rencana perpanjangan tersebut usai pemerintah melakukan evaluasi mengenai program penyaluran kredit dari dana tersebut. Sebab, dana pemerintah yang ditempatkan di BUMN ini sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional dari pandemi Corona. Dan, pemerintah juga akan terus monitoring penempatan uang negara sebesar Rp 30 triliun kepada empat bank BUMN. Hal ini dilakukan agar tidak ada penyalahgunaan dana tersebut. Dimana dievaluasi selama tiga bulan dan dimonitoring setiap bulan. Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, penempatan dana ini harus dilakukan secara penuh kehati-hatian. Tak tanggung-tanggung dalam pengawasannya presiden juga melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, hingga lembaga terkait lainnya.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak variatif cenderung menguat dan ditradingkan pada level 4.872 - 4.939,” sebut analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Selasa (30/6/2020).