Peringati Hari Pancasila, Mentan : Covid-19 Jadi Momen Gotong Royong Untuk Bangun Pertanian

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, bahwa pertanian merupakan faktor penentu dalam melewati dinamika-dinamika yang dihadirkan Covid-19.

Maka dari itu, Syahrul mengajak semua pihak untuk berjuang menghadapi tantangan-tantangan baru yang bermunculan.

"Saatnya kita semua berbuat untuk bangsa dan negara,” kata Mentan di Agriculture War Room Kanpus Kementerian Pertanian (Kementan) seperti dilansir dalam keterangan tertulis, Senin, (1 /6/2020).

Untuk diketahui, Mentan menggelar Upacara Hari Kelahiran Pancasila yang diikuti pejabat dan seluruh pegawai Kementerian Pertanian secara virtual di Agriculture War Room, Kantor Pusat Kementan Jakarta.

Dalam sambutannya, Mentan Syahrul juga mengungkapkan, bahwa Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk meningkatkan rasa gotong royong membangun pertanian Indonesia, terutama di tengah tantangan covid-19 saat ini.

"Di tengah tantangan covid-19 yang melanda hampir di seluruh negara di dunia, bekerja di bidang pertanian, menjamin tidak ada persoalan terkait pangan, menghadirkan nilai-nilai Pancasila dalam bekerja, akan mendorong rasa ikhlas dan tulus kita untuk berbuat kepada bangsa dan Negara," kata Syahrul.

Lebih lanjut Syahrul mengatakan covid-19 memberi tantangan-tantangan baru, termasuk pada perekonomian dunia.

Oleh karena itu, nilai-nilai Pancasila hendaknya dapat menjadi kekuatan untuk terus berjuang melawan pandemi ini.

Pertanian, ungkapnya, menjadi faktor penentu bagi bangsa Indonesia dalam melewati berbagai dinamika akibat dampak dari covid-19.

Ia mengatakan, setidaknya ada lima hal yang perlu dijadikan pedoman oleh jajarannya.

"Pertama adalah bagaimana program yang kita rencanakan dapat diintensifkan, kedua tingkatkan koordinasi kelembagaan dan kawal implementasinya hingga kelembagaan dan personal taninya," ujar Syahrul.

Menurut Mentan, koordinasi kelembagaan yang dimaksud harus mampu diimplementasikan secara terstruktur, memastikan program dan kebijakan yang dibuat pemerintah dapat menyentuh hingga level petani.

Oleh karena itu, penting bagi Kementerian Pertanian berkoordinasi dengan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.

"Keempat, hal yang terpenting adalah hati-hati dengan masalah administrasi, pastikan tidak ada pelanggaran di situ. Yang kelima adalah membangun pendekatan dan kemitraan yang kuat," kata Syahrul.
 
Sementara itu, dalam membenahi berbagai persoalan di sektor pertanian, Mentan menekankan sulit bagi Kementerian Pertanian untuk bergerak sendiri. Pendekatan dan kemitraan yang dibangun secara berjenjang, akan menghadirkan koordinasi yang baik di tingkat gubernur, bupati, walikota, kepala dinas hingga level penyuluh pertanian di desa.

“Bagaimana kita memperkokoh rasa kenegaraan dengan menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam relung kehidupan,” kata Syahrul.