Uber Alami Kerugian US$2,9 Miliar

foto: istimewa

Pasardana.id - Perusahaan jaringan transportasi Uber Technologies pada Kamis (7/5/2020) merilis laporan keuangan kuartal I 2020.

Seperti dilansir Xinhua, perusahaan yang berpusat di San Fransisko, Kalifornia, Amerika Serikat tersebut mengalami kerugian US$2,9 miliar, atau sekitar Rp43,7 triliun, termasuk kompensasi berbentuk saham senilai US$277 juta dan penurunan nilai dari penghapusan utang sebesar US$2,1 miliar.

Pendapatan bersih Uber pada kuartal tersebut mencapai US$3,54 miliar. Pendapatan kotor mencapai US$15,8 miliar, naik 8 persen year-on-year.

Bisnis pengantaran penumpang Uber turun 3 persen year-on-year, sedangkan pengiriman makanan meningkat 54 persen.

“Bisnis pengiriman makanan mengalami peningkatan tajam seiring berlangsungnya lockdown,” kata Dara Khosrowshahi, CEO Uber.

Uber memiliki persediaan uang tunai maupun setara kas mencapai US$9 miliar, sehingga tidak mengalami kekhawatiran permasalahan permodalan meski pandemi virus Corona (COVID-19) masih terus berlangsung.