Harapan Stimulus Picu Penguatan Wall Street

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street menguat pada Kamis (14/5/2020) dipicu harapan kembali diluncurkannya paket stimulus.

Seperti dilansir Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, naik 377,37 poin, atau sekitar 1,62 persen, menjadi 23.625,34. Indeks S&P 500 meningkat 32,5 poin, atau sekitar 1,15 persen, menjadi 2.852,5. Indeks komposit Nasdaq menguat 80,55 poin, atau sekitar 0,91 persen, menjadi 8.943,72.

Menurut juru bicara Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan untuk meluncurkan paket stimulus tambahan dalam mengatasi dampak ekonomi yang ditimbulkan pandemi virus Corona (COVID-19). Namun Trump tidak akan menandatangani RUU yang diajukan anggota DPR dari Partai Demokrat.

Dari 11 sektor utama S&P 500, hanya sektor barang konsumsi yang berakhir di teritori negatif. Sektor energi terdongkrak meningkatnya harga minyak dunia.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik setelah laporan Departemen Tenaga Kerja AS menyebutkan bahwa jumlah klaim pengangguran mencapai 2,98 juta klaim pada pekan yang berakhir 9 Mei. Jumlah tersebut lebih tinggi dari perkiraan para analis 2,7 juta klaim.

Harga emas untuk pengiriman Juni 2020 meningkat US$24,5, atau sekitar 1,43 persen, menjadi US$1.740,9 per ons. Peningkatan harga emas berjangka terbatasi menguatnya nilai tukar dolar AS, dengan indeks dolar AS naik 0,23 persen menjadi 100,4796.

Bursa saham Eropa mengalami pelemahan pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 anjlok 1,7 persen, dipicu kekhawatiran dampak ekonomi pandemi virus Corona (COVID-19).

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, terjun 162,51 poin, atau sekitar 2,75 persen, menjadi 5.741,54. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, anjlok 205,64 poin, atau sekitar 1,95 persen, menjadi 10.337,02.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melorot 85,80 poin, atau sekitar 1,29 persen, menjadi 6.545,60. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, merosot 71,82 poin, atau sekitar 1,65 persen, menjadi 4.273,13.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,3 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2204 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1289 euro per pound.