Wall Street Melemah Dipicu Kekhawatiran Penyebaran COVID-19

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Selasa (12/5/2020) dipicu kekhawatiran penyebaran virus Corona (COVID-19) seiring pelonggaran lockdown yang berlangsung di Amerika Serikat.

Seperti dilaporkan Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, merosot 457,21 poin, atau sekitar 1,89 persen, menjadi 23.764,78. Indeks S&P 500 anjlok 60,20 poin, atau sekitar 2,05 persen, menjadi 2.870,12. Indeks komposit Nasdaq terjun 189,79 poin, atau sekitar 2,06 persen, menjadi 9.002,55.

Seluruh sektor utama indeks S&P 500 melemah, dengan indeks sektor properti tergelincir 4,25 persen.

Pemerintah negara bagian New York mulai 15 Mei mendatang akan kembali membuka aktivitas ekonomi di tiga wilayah. Menurut Gubernur New York Andrew Cuomo, kegiatan lanskap dan pertamanan serta olahraga tenis pun bebas dilakukan sejak tanggal tersebut.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2020 naik US$8,8, atau sekitar 0,52 persen, menjadi US$1.706,8 per ons. Indeks dolar AS turun 0,3 persen menjadi 99,959.

Bursa saham Eropa menguat pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,2 persen, seiring meningkatnya saham sektor telekomunikasi, kesehatan, dan utilitas.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 55,04 poin, atau sekitar 0,93 persen, menjadi 5.994,77. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 5,49 poin menjadi 10.819,50.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melonjak 90,50 poin, atau sekitar 1,36 persen, menjadi 6.762,70. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melemah 17,71 poin, atau sekitar 0,39 persen, menjadi 4.472,50.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,2 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2314 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,7 persen menjadi 1,1334 euro per pound.