Optimis Jadi Lumbung Pangan, Kementan Optimalisasi Irigasi Perpompaan dan Perpipaan

Foto : isitmewa

 

Pasardana.id - Kementerian pertanian optimistis Indonesia akan menjadi lumbung pangan pada 2045.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapainya adalah dengan optimalisasi irigasi perpompaan dan perpipaan. 

Maka dari itu, untuk meningkatkan produksi pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan membangun 1000 unit irigasi perpompaan. 

Hingga awal April ini yang terealisasikan sudah mencapai 271 unit atau 19 persen.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, kegiatan pengembangan irigasi perpompaan dimaksudkan untuk pemanfaatan sumber air permukaan sebagai suplesi air irigasi.

"Ini untuk meningkatkan intensitas pertanaman, meningkatkan produktivitas pertanian, pendapatan dan kesejahteraan petani. Yaitu dengan memanfaatkan potensi sumber air permukaan sebagai air irigasi," kata Mentan SYL. 

Selain itu, dirinya juga mengatakan tujuam dari irigasi ini adalah dengan memanfaatkan potensi sumber air permukaan sebagai suplesi air irigasi bagi komoditas tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, serta budidaya ternak. 

"Kunci utama dari jenis irigasi perpompaan ialah terdapatnya sumber air. Walaupun posisi airnya di bawah permukaan lahan pertanian tidak masalah, karena menggunakan pompa untuk pemanfaatannya," ujar Mentan SYL.

Nantinya, pelaksanaan kegiatan irigasi perpompaan ini dilakukan secara swakelola dengan pola padat karya dengan melibatkan partisipasi penuh anggota kelompok tani penerima bantuan pada khususnya serta masyarakat sekitar untuk turut bekerja.

Mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemanfaatan serta pemeliharaan. 

"Kegiatan irigasi perpompaan diprioritaskan pada lokasi kawasan pertanian yang sering mengalami kendala atau kekurangan air irigasi terutama pada musim kemarau," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy menjelaskan, untuk melaksanakan kegiatan tersebut, pemerintah memberikan bantuan dana melalui transfer langsung ke rekening kelompok yang memenuhi syarat baik teknis maupun administrasi. 

"Sedangkan pelaksanaan fisik dilakukan oleh kelompok tani penerima manfaat tersebut secara padat karya yang dibimbing oleh petugas pertanian yang ada di daerah," jelas Sarwo Edhy.

Khusus untuk kegiatan air irigasi, pada 2020 akan difokuskan pada optimalisasi pemanfaatan sumber air untuk meningkatkan intensitas pertanaman (IP).

Bila lokasi sumber air cukup jauh dari lahan, bisa mengajukan kegiatan pipanisasi. Bahkan kalau perlu pompa air akan disiapkan. 

Lebih lanjut Sarwo Edhy menjelaskan, alokasi Irigasi Perpompaan Tahun Anggaran 2020 sebanyak 1000 unit ada di 32 propinsi. 

"Hingga 1 April sudah ada realisasi keuangan sebesar 19.01% atau 271 unit untuk pembangunan irigasi perpompaan yang dilakukan secara padat karya," sebut Sarwo Edhy.

"Kami berharap bantuan irigasi ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal sehingga petani bisa menanam dengan tenang dengan hasil maksimal juga," pungkas Sarwo Edhy.