Laba META Tahun 2019 Turun 5%

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) pada tahun 2019 mencatatkan laba bersih sebesar Rp205,36 miliar atau turun 5,4% dibanding akhir tahun 2018, yang tercatat sebesar Rp217,08 miliar.

Menurut General Manager Corporate Affairs META, Deden Rochmawaty bahwa penurunan laba ini dikarenakan oleh adanya tambahan laba yang diperoleh Perusahaan atas divestasi KIN di tahun 2018.

“Tapi jika hanya melihat perbandingan laba operasional, yaitu laba bersih antara tahun 2018 dibandingkan tahun 2019 tanpa memasukan nilai divestasi KIN, maka kenaikannya mencapai Rp101,28 miliar atau setara dengan 97,31%,” tulis dia dalam siaran pers, Selasa (21/4/2020).

Sementara dari sisi pendapatan, naik sebesar 101,01% dari Rp781,77 miliar di tahun 2018, menjadi Rp1,57 triliun di tahun 2019.

Faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut, antara lain; peningkatan (pendapatan konstruksi) atas progres pembangunan Tol Layang A.P. Pettarani di Makassar tahun 2019 ini, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2018 dan peningkatan volume penjualan energi melalui PT Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari (RPSL), perusahaan anak, karena di tahun 2018, Perusahaan mengakuisisi RPSL pada Agustus 2018.

Selain itu, aset Perusahaan juga mengalami peningkatan sebesar 17,87%, dari Rp4,31 triliun di tahun 2018 menjadi Rp5,08 triliun di tahun 2019. Kenaikan aset ini terutama disebabkan oleh aset tidak lancar yang meningkat menjadi sebesar Rp4,26 triliun atau sebesar 31,24% dari tahun 2018 sebesar Rp3,25 triliun.

Sedangkan kenaikan aset tidak lancar didorong oleh belanja modal yang dilakukan oleh Perusahaan untuk aset konsesi dan non-konsesi.

Beban konstruksi naik cukup signifikan dari Rp106,25 miliar ditahun 2018 menjadi 943,52 miliar di tahun 2019 disebabkan oleh peningkatan progres pembangunan Tol Layang A.P. Pettarani, Makassar.