OJK Minta BEI Persingkat Waktu Perdagangan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) mempersingkat waktu perdagangan efek.

Hal itu untuk menyesuaikan kebijakan Bank Indonesia (BI) terkait jam operasional kliring penyelesaian pembayaran atau BI RTGS (Real Time Gross Settlement)

Menurut Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK, Anto Prabowo, pihaknya telah meminta kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mempersingkat jam perdagangan di Bursa Efek dan di Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA), serta mempersingkat waktu pelaporan di Penerima Laporan Transaksi Efek (PLTE).

“Waktu perdagangan di Bursa Efek dari hari Senin s/d Jumat, menjadi sesi I: jam 09.00 sd 11.30, dan sesi II: jam 13.30 sd 15.00, sedangkan Waktu perdagangan SPPA menjadi jam 09.00 s/d jam 15.00 Wib, adapun Waktu operasional PLTE menjadi jam 09.30 s/d jam 15.30 Wib,” tulis Anto dalam siaran pers, Selasa (24/3).

Sementara itu, untuk Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan menyesuaikan waktu proses penyelesaian dan kegiatan operasional lain yang dibutuhkan.

Lebih lanjut Anto juga menambahkan, penyesuaian waktu tersebut berlaku sejak 30 Maret 2020 atau sejak penyesuaian jadwal kegiatan operasional dan layanan publik Bank Indonesia sampai dengan berakhirnya batas waktu yang ditetapkan kemudian oleh Otoritas Jasa Keuangan.