Indeks Kospi Melambung 8,60 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melambung 127,51 poin, atau sekitar 8,60 persen, pada Selasa (24/3/2020), menjadi 1.609,97. Volume perdagangan mencapai 670 juta saham senilai 10,3 triliun won atau sekitar US$8,2 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 866 berbanding 35.

indeks Kospi melambung terdongkrak optimisme yang muncul dari paket stimulus yang diluncurkan Federal Reserve Amerika Serikat. The Fed akan membeli obligasi pemerintah dan efek beragun aset dengan dana tidak terbatas dalam upaya membantu pasar keuangan agar dapat berjalan dengan lebih baik.

“Langkah The Fed adalah langkah yang sangat positif bagi pasar saham lokal karena akan mengurangi risiko mata uang dan kredit,” kata Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Peningkatan angka indeks juga didukung keputusan pemerintah Korea Selatan untuk meningkatkan paket bantuan pembiayaan darurat terhadap sektor bisnis Negeri Ginseng menjadi 100 triliun won, dua kali lipat dari rencana semula.

Investor asing melakukan aksi jual untuk sesi ke-14 beruntun, melepas saham senilai 84 miliar won hari ini. Investor institusi membeli saham senilai 503 miliar won, sedangkan investor ritel menjual saham senilai 461 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix melambung 10,47 persen dan 13,4 persen. Saham Samsung SDI melonjak 12,81 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor, Hyundai Mobis, dan Kia Motors masing-masing meningkat 8,56 persen, 8,24 persen, dan 7,44 persen. Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics menguat 9,17 persen, sedangkan saham perusahaan baja POSCO meningkat 5,43 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 16,9 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.249,60 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melambung 4,9 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia melambung 189,70 poin, atau sekitar 4,17 persen, menjadi 4.735,70. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, Filipina, dan Malaysia menguat, sedangkan Bursa Vietnam dan Indonesia melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melonjak 62,27 poin, atau sekitar 2,34 persen, menjadi 2.722,44. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melambung 953,92 poin, atau sekitar 4,40 persen, menjadi 22.650,05.