Wall Street Kembali Melemah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street kembali melemah pada Jumat (20/3/2020) setelah sempat mengalami penguatan pada sesi sebelumnya.

Seperti dilaporkan Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, anjlok 913,21 poin, atau sekitar 4,55 persen, menjadi 19.173,99. Indeks S&P 500 merosot 104,47 poin, atau sekitar 4,34 persen, menjadi 2.304,92. Indeks komposit Nasdaq turun 271,06 poin, atau sekitar 3,79 persen, menjadi 6.879,52.

Setelah sempat menguat, angka-angka indeks turun jelang penutupan sesi perdagangan akibat aksi jual yang dilakukan para investor.

Dari 11 sektor utama S&P 500, 10 di antaranya berakhir di teritori negatif. Indeks sektor utilitas terjun 8,18 persen, sedangkan indeks sektor energi naik 0,96 persen.

Pelemahan Wall Street dipicu terus berlanjutnya penyebaran virus Corona (COVID-19). Jumlah kasus penyebaran COVID-19 secara global mencapai 274.606 kasus, di AS mencapai 19.069 kasus. Total jumlah kematian akibat virus tersebut mencapai 11.370 kematian, terbanyak di AS mencapai 250 kematian.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman April 2020 naik US$5,3, atau sekitar 0,36 persen, menjadi US$1.484,6 per ons. Indeks dolar AS turun 0,25 persen menjadi 102,5.

Bursa saham Eropa meneruskan penguatan dari sesi sebelumnya pada Jumat seiring pelonggaran kebijakan moneter yang diambil bank sentral di negara-negara Eropa. Indeks STOXX 600 Eropa melonjak 1,8 persen.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 39,17 poin, atau sekitar 0,76 persen, menjadi 5.190,78. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melambung 318,52 poin, atau sekitar 3,70 persen, menjadi 8.928,95.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, meningkat 47,50 poin, atau sekitar 0,74 persen, menjadi 6.443,30. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melambung 193,31 poin, atau sekitar 5,01 persen, menjadi 4.048,80.

Nilai tukar pound sterling menguat 2,4 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,1800 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 2 persen menjadi 1,0961 euro per pound.