Wall Street Kembali Terpuruk

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street kembali terpuruk pada Rabu (18/3/2020) setelah sempat mengalami rebound pada sesi sebelumnya.

Seperti dilaporkan Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, terjun 1.338,46 poin, atau sekitar 6,30 persen, menjadi 19.898,92. Indeks S&P 500 anjlok 131,09 poin, atau sekitar 5,18 persen, menjadi 2.398,10. Indeks komposit Nasdaq merosot 344,94 poin, atau sekitar 4,70 persen, menjadi 6.989,84.

Indeks volatilitas CBOE yang merupakan indikator tingkat kekhawatiran di pasar modal naik 0,71 persen menjadi 76,45.

Wall Street terpuruk seiring berlanjutnya penyebaran virus Corona (COVID-19). Secara global, kasus penyebaran COVID-19 mencapai 218.556 kasus, termasuk 9.235 kasus di Amerika Serikat. Total jumlah korban meninggal dunia mencapai 8.940 orang, sebagian besar di Tiongkok.

Seluruh 11 sektor utama S&P 500 berakhir di teritori negatif, dengan indeks sektor energi terjun bebas 14,28 persen seiring anjloknya harga minyak dunia. Saham perusahaan energi Chevron tergelincir 22 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman April 2020 turun US$47,9, atau sekitar 3,14 persen, menjadi US$1.477,9 per ons. Indeks dolar AS melambung 1,87 persen menjadi 101,44.

Bursa saham Eropa terpuruk pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa terjun 3,9 persen, dipicu terus mencuatnya penyebaran COVID-19 di Benua Biru.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, anjlok 214,32 poin, atau sekitar 4,05 persen, menjadi 5.080,58. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, terjun 497,39 poin, atau sekitar 5,56 persen, menjadi 8.441,71.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 223,70 poin, atau sekitar 3,44 persen, menjadi 6.274,80. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, turun 236,93 poin, atau sekitar 5,94 persen, menjadi 3.754,84.

Nilai tukar pound sterling melemah 3,6 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,1615 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 3,5 persen menjadi 1,060 euro per pound.