Indeks Kospi Terjun 8,39 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, terjun 133,56 poin, atau sekitar 8,39 persen, pada Kamis (19/3/2020), menjadi 1.457,64 yang merupakan angka penutupan terendah sejak Juli 2009.

Volume perdagangan mencapai 965 juta saham senilai 11,7 triliun won atau sekitar US$9,14 miliar, dengan saham yang turun jauh melampaui yang naik 890 berbanding 11.

Investor asing melakukan aksi jual untuk sesi ke-11 beruntun, hari ini melepas saham senilai 616 miliar won. Investor ritel dan institusi masing-masing membeli saham senilai 245 miliar won dan 288 miliar won.

“Pemerintah di berbagai negara telah menetapkan pelonggaran kebijakan moneter, namun langkah tersebut tetap tidak menyurutkan kepanikan yang ditimbulkan dari terus berlangsungnya penyebaran virus Corona (COVID-19),” jelas Seo Sang-Young, analis Kiwoon Securities, seperti dikutip Yonhap News.  

Jumlah kasus COVID-19 di Korea Selatan mencapai 8.565 kasus. Sebanyak 91 orang yang terinfeksi meninggal dunia, sedangkan jumlah pasien sembuh mencapai 1.947 orang.

Saham maskapai penerbangan paling terpengaruh terus berlanjutnya penyebaran COVID-19. Saham Korean Air, Asiana Airlines, dan Jeju Air masing-masing terjun bebas 24,86 persen, 29,94 persen, dan 27,54 persen.

Saham perusahaan sekuritas Mirae Asset dan Samsung Securities masing-masing tergelincir 20,53 persen dan 14,39 persen. Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing anjlok 5,81 persen dan 5,61 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia Motors masing-masing terjun 10,34 persen dan 10,87 persen. Saham Hyundai Mobis turun 8,51 persen.

Nilai tukar won melemah ke level terendah sejak 2009 terhadap dolar Amerika Serikat, turun 40 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.285,70 won per dolar AS.  

Secara umum bursa saham Asia diwarnai keterpurukan hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang anjlok 5 persen ke level terendah dalam empat tahun terakhir.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia merosot 170,30 poin, atau sekitar 3,44 persen, menjadi 4.782,90. Bursa saham di Asia Tenggara melemah secara signifikan, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 26,63 poin, atau sekitar 0,98 persen, menjadi 2.702,13. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong anjlok 455,09 poin, atau sekitar 2,04 persen, menjadi 21.836,73.