Indeks Nikkei Berakhir Datar

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, berakhir datar pada Selasa (17/3/2020). Angka indeks hanya bergerak naik 9,49 poin menjadi 17.011,53.

Indeks Topix menguat secara signifikan, melambung 2,6 persen menjadi 1.268,46.

Seperti diwartakan Reuters, indeks Nikkei berakhir datar setelah Bank of Japan (BoJ) menjanjikan pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut apabila kondisi perekonomian semakin memburuk seiring terus merebaknya penyebaran virus Corona (COVID-19).

Secara global, kasus penyebaran COVID-19 mencapai 182.727 kasus, termasuk 834 kasus di Jepang. Total jumlah korban meninggal dunia mencapai 7.174 orang, sebagian besar di Tiongkok.

Sebanyak 2.158 korban meninggal di Italia, 853 korban meninggal di Iran, 342 korban meninggal di Spanyol, 148 korban meninggal di Perancis, 93 korban meninggal di Amerika Serikat, 81 korban meninggal di Korea Selatan, 55 korban meninggal di Inggris, 28 korban meninggal di Jepang, 24 korban meninggal di Belanda, 19 korban meninggal di Swiss, 17 korban meninggal di Jerman.

Korban meninggal di Filipina mencapai 12 orang, di Belgia dan Irak masing-masing 10 orang, di Swedia, San Marino, dan kapal pesiar Diamond Princess masing-masing tujuh orang, di Australia dan Indonesia masing-masing lima orang, di Denmark, Kanada, Yunani, Polandia, Mesir, Hong Kong, dan Aljazair masing-masing empat orang, di Norwegia, Austria, Lebanon, dan India masing-masing tiga orang.

Di Irlandia, Argentina, Bulgaria, dan Ekuador masing-masing dua orang, di Portugal, Slovenia, Bahrain, Pakistan, Thailand, Luksemburg, Panama, Taiwan, Albania, Hongaria, Maroko, Azerbaijan, Republik Dominika, Martinik, Guatemala, Guyana, Ukraina, Kepulauan Cayman, dan Sudan masing-masing satu orang.

Saham perusahaan kertas Oji Holdings memimpin penguatan hari ini dengan meroket 13,65 persen. Saham perusahaan minuman Kirin Holdings dan perusahaan otomotif Toyota Motor masing-masing melambung 7,41 persen dan 7,05 persen.

Di sisi lain, saham perusahaan semikonduktor Screen Holdings terjun 6,80 persen. Saham jaringan waralaba toko kelontong FamilyMart anjlok 5,34 persen.

Nilai tukar dolar AS menguat 0,5 persen terhadap yen menjadi 106,32 yen per dolar AS.