Indeks Kospi Terjun 2,47 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, terjun 42,42 poin, atau sekitar 2,47 persen, pada Selasa (17/3/2020), menjadi 1.672,44 yang merupakan angka penutupan terendah sejak 5 Oktober 2011.

Volume perdagangan moderat mencapai 641 juta saham senilai 9,5 triliun won atau sekitar US$7,65 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 635 berbanding 238.

Indeks Kospi turun untuk sesi kelima beruntun setelah pelonggaran kebijakan moneter yang berlangsung di berbagai belahan dunia gagal membendung dampak negatif penyebaran virus Corona (COVID-19) terhadap perekonomian. Bank of Korea yang merupakan bank sentral Korea Selatan memangkas suku bunga sebesar 0,5 persen menjadi 0,75 persen yang merupkan suku bunga terendah sepanjang sejarah di Negeri Ginseng pada awal pekan ini.

“Meski bank sentral melakukan pemangkasan suku bunga, para investor masih melakukan aksi jual saham akibat kekhawatiran terhadap penyebaran virus,” kata Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing menjual saham senilai 1 triliun won, sedangkan investor institusi dan ritel masing-masing membeli saham senilai 356 miliar won dan 600 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics terjun 3,27 persen, sedangkan saham SK Hynix turun 0,25 persen. Saham perusahaan keuangan KB Financial dan Shinhan Financial masing-masing tergelincir 7,01 persen dan 5,97 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics dan Hanmi Pharmaceutical masing-masing merosot 2,91 persen dan 0,62 persen. Saham Celltrion sebaliknya melambung 1,51 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor anjlok 3,38 persen. Saham Kia Motors dan Hyundai Mobis masing-masing terjun 6,46 persen dan 5,57 persen.

Nilai tukar won melemah ke level terendah dalam 10 bulan terakhir terhadap dolar AS, turun 17,50 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.243,50 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi pelemahan, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,5 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia melambung 291,40 poin, atau sekitar 5,83 persen, menjadi 5.293,40. Bursa saham di Asia Tenggara didominasi sentimen negatif, termasuk juga di Indonesia. Bursa Filipina tutup sehubungan berlangsungnya lockdown di negara tersebut dalam upaya menghambat penyebaran COVID-19.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melorot 9,61 poin, atau sekitar 0,34 persen, menjadi 2.779,64. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melonjak 263,42 poin, atau sekitar 1,14 persen, menjadi 23.326,99.