ANALIS MARKET (26/2/2020) : IHSG Berpeluang Bergerak Menguat dan Ditradingkan Pada Level 5.750 – 5.870

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan hari Selasa 25/02/2020 kemarin, IHSG ditutup melemah 19 poin atau 0.34% menjadi 5.787. Sektor industry dasar, industry konsumsi bergerak negatif dan menjadi kontributor terbesar pada penurunan IHSG kemarin. Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar 846 miliar rupiah.

Adapun cerita hari ini akan kita mulai dari;

1.BADAI KEMBALI DATANG

Direktur Dewan Ekonomi Nasional White House, Larry Kudlow mengatakan pada hari Selasa kemarin bahwa dirinya tidak mengharapkan The Fed untuk memangkas tingkat suku bunga dalam suatu langkah akibat panik untuk melindungi pasar dari dampak yang dapat ditimbulkan oleh virus corona terhadap manufacture, ekspor, dan konsumsi global. Larry mengatakan bahwa dirinya tidak ingin The Fed panik sehingga membuat keputusan untuk menurunkan tingkat suku bunga. Beberapa investor telah mencurigai pada hari Selasa bahwa Bank Sentral Amerika dapat menurunkan biaya pinjaman dalam upaya untuk mencegah setiap perlambatan yang dapat disebabkan oleh Virus Corona terhadap pertumbuhan Amerika atau pasar keuangan. The Fed dapat menggunakan tingkat suku bunga untuk memompa atau memperlambat ekonomi dengan menyesuaikan jumlah yang dibayarkan oleh masyarakat Amerika untuk meminjam uang. Laporan mengenai penyebaran infeksi, membuat beberapa Indeks Utama Amerika mengalami penurunan. S&P turun 3.4% dan Dow Jones turun lebih dari 1.000 poin pada hari Senin, dan 700 poin pada hari Selasa kemarin. US Treasury 10y pada akhirnya jatuh mencapai level terendah sepanjang masa yaitu 1.32%. Setiap Indeks mencatatkan hari hari terburuknya sejak February 2018, karena investor khawatir Negara Negara lain akan melihat perlambatan dibidang Manufacture, Konsumsi, dan Ekspor yang telah membuat China melambat akibat virus tersebut. Kudlow menambahkan bahwa The Fed harus memangkas tingkat suku bunganya sebanyak 50 bps, wow! Kudlow mengatakan bahwa dirinya menyampaikan apa yang di lihat oleh Donald Trump, yaitu penurunan tingkat suku bunga The Fed. Ditengah tengah kecemasan para pelaku pasar dan investor, Larry Kudlow juga mencoba untuk meredakan kekhawatiran yang terjadi terhadap pasar saham Amerika yang diakibatkan kekhawatiran atas virus corona dan dampaknya terhadap perekonomian Amerika. Kudlow mengatakan bahwa Amerika sudah menahan tentang masalah virus tersebut, dan kita cukup kebal terhadap dampak dari virus tersebut. Wabah tersebut memang merupakan tragedy manusia, namun tidak akan pernah menjadi tragedy ekonomi. Akan ada beberapa batu sandungan imbuh Kudlow, memang hal tersebut terlihat rapuh, namun saat ini belum ada gangguan pasokan disana. Namun tampaknya pidato Kudlow hal itu sia sia, karena para pelaku pasar dan investor tetap memilih meninggalkan pasar saham dan memegang US Treasury yang mendorong imbal hasil US Treasury menjadi yang terendah sepanjang masa.

2.IRAN TERLUKA

Kementrian Kesehatan Iran pada hari Selasa kemarin telah mengkonfirmasi 15 kematian yang diakibatkan oleh virus Corona, hal ini membuat Iran menjadi Negara yang paling parah terluka akibat virus Corona diluar China. Iran juga mengatakan saat ini sudah ada 95 kasus baru, dan wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi juga sudah positif terkena virus tersebut. Lagi lagi para pelaku pasar dan investor curiga bahwa orang yang terkena infeksi dan kematian yang diakibatkan oleh virus corona sebetulnya lebih banyak daripada yang dilaporkan secara resmi. Hal ini diklaim sebelumnya oleh seorang pejabat dari Qom yang mengatakan bahwa 50 orang telah meninggal akibat virus tersebut, namun lagi lagi Teheran membantah kabar tersebut. Penyebaran virus tersebut menandakan bahwa ada resiko yang lebih besar yang diakibatkan oleh virus tersebut, sehingga tentunya akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap kegiatan perekonomian dunia. Sejauh ini sudah cukup banyak Negara yang mulai melaporkan kasus tersebut, mulai dari Irak, Kuwait, Afghanistan, Bahrain, Oman, Libanon, Arab, Bahrain, dan Kanada. Hinga hari ini hampir semua Negara tetangga Iran telah menutup perbatasan mereka dan menangguhkan penerbangan ke Iran. Truki, Armenia, Pakistan, dan Afghanistan dikabarkan telah menutup perbatasan tersebut. Sementara itu, Bahrain, Oman, Yordania, Arab Saudi, dan UEA juga telah menagguhkan semua penerbangan ke Republik Islam. Hal ini lah yang membuat kami juga semakin khawatir, bahwa virus tersebut tidak akan berhenti hanya sampai di China saja. Meskipun vaksin sedang dikembangkan namun selama penyebaran virus tersebut tidak bisa dikendalikan, hal ini tetap akan memberikan kekhwatiran terhadap para pelaku pasar dan investor.

3.MAJU ATAU BERKEMBANG

Indonesia berpotensi terkena bea masuk anti subsidi dari Amerika, hal tersebut seiringan dengan pernyataan Amerika yang mencoret Indonesia dari daftar negara berkembang. Insentif tarif preferensial umum atau GSP merupakan program unilateral pemerintah Amerika berupa pembebasan tarif bea masuk untuk negara – negara berkembang. Status penerima GSP didasarkan pada 15 kriteria eligibilitas, undang-undang yang berbeda, dan kriteria negara berkembang yang ditentukan oleh World Bank. Undang-undang GSP pun tidak akan menjadikan status negara berkembang sebagai pertimbangan. Sementara itu, WTO memiliki preferensi khusus untuk mengkategorikan negara berkembang dan negara maju. Pengklasifikasian negara berkembang bertujuan untuk membantu negara-negara miskin dalam mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, dan mengintegrasikan diri ke dalam sistem perdagangan global. Dengan masuknya Indonesia dalam daftar negara maju, maka hak-hak khusus yang selama ini diterima Indonesia sebagai negara berkembang yang tersedia dalam WTO Agreement on Subsidy and Countervailing Measures tidak lagi berlaku. Kami menilai Indonesia menjadi rentan terkena dampak tuduhan subsidi terlepas itu batasan minimum, sehingga kedepannya dapat saja menjadi kelemahan dalam hal ekspor.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak menguat dan ditradingkan pada level 5.750 – 5.870. Namun tetap hati hati, karena tekanan melemah juga masih besar, yang membuat pasar sewaktu waktu dapat bergerak liar akibat sentiment negative,” sebut analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Rabu (26/2/2020).