Turun 53%, BBTN Paling Melorot Diantara Emiten Bank BUMN

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Tidak selamanya berinvestasi pada saham-saham Perbankan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mendulang untung.

Pasalnya, dari pergerakan harga saham secara tahunan atau year on year (yoy) yakni sejak tanggal 14 Februari 2019 - 14 Februari 2020, hanya satu emiten BUMN yang mengalami kenaikan harga, sedangkan tiga lainnya justru merosot.

Berdasarkan pengamatan Pasardana.id, saham emiten bank yang berkonsentrasi pada penyaluran Kredit Perumahan Rakyat (KPR) yakni PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) justru mengalami penurunan paling dalam, yakni turun sebanyak 53,33 poin.

Rincinya, pada pembukaan perdagangan tanggal 14 Februari 2019 tercatat pada level 3.750, sedangkan pada penutupan sesi I tanggal 14 Februari 2020 berada di level 1.750 atau turun 53,33%.

Hal yang sama dialami oleh efek PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), yang dibuka pada level 9.675 dan saat ini berada di level 7.450 atau turun 22,99%.

Sedangkan yang terakhir, saham BMRI (PT Bank Mandiri Tbk) yang tercatat turun 6,024% (yoy).

Dengan demikian, hanya saham bank tertua di Indonesia (BBRI) yang mengalami kenaikan. Tepatnya, naik sebanyak 14,69% dari posisi 3.890 menjadi 4.560.