Ada Pilkada, Bank Indonesia Akan Tutup Layanan Pada 9 Desember Mendatang

Foto : istimewa

Pasardana.id - Bank Indonesia (BI) mengumumkan akan menutup semua kegiatan operasinya pada 9 Desember 2020 mendatang.

Penutupan ini sejalan dengan adanya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Kepala Grup Departemen Komunikasi BI, Junanto Herdiawan menjelaskan, penghentian sementara operasional itu merujuk pada Keputusan Presiden Republik Indonesia No.22 Tahun 2020 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020 sebagai Hari Libur Nasional.

"Kegiatan operasional Bank Indonesia pada hari Pilkada, 9 Desember 2020 ditiadakan," ujar Kepala Grup Departemen Komunikasi BI, Junanto Herdiawan melalui keterangan resmi, Rabu (2/12/2020).

Adapun beberapa layanan yang ditiadakan pada periode tersebut adalah kegiatan operasional Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS), dan Bank Indonesia Electronic Trading Platform (BI-ETP) Kegiatan Operasional Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Kemudian layanan operasional kas.

"Kemudian transaksi operasi moneter rupiah dan valas, penerbitan Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR), Indonesia Overnight Index Average (IndONIA) dan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR)," jelasnya.

Adapun pelaksanaan kegiatan operasional di industri sektor keuangan termasuk Penyelenggara Sistem Pembayaran (PJSP) dan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) menjadi pertimbangan dan kewenangan masing-masing institusi.

Meski demikian, BI mengimbau industri keuangan termasuk PJSP dan PJPUR untuk tetap mendorong gaya hidup baru (new lifestyle) dalam melakukan kegiatan usahanya dengan selalu menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan penyebaran virus.

"Kami akan terus melakukan koordinasi dan sinergi dengan Pemerintah, otoritas, dan industri terkait dalam menempuh langkah-langkah kolektif untuk melakukan pemantauan, asesmen, pencegahan dan mitigasi implikasi penyebaran pandemi," tandasnya.