rupiah|aksi korporasi|Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG )|Kiwoom Sekuritas
Oleh: Ivan

foto : ilustrasi (ist)
Pasardana.id - Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, apresiasi Rupiah serta relatif tingginya harga komoditas energi diharapkan dapat menopang pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG), yang telah memasuki teritori overbought.
"Oleh karena itu, kami memperkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan positif hari ini, dimana pergerakan IHSG masih dibayangi aksi profit taking ," ungkap analis Kiwoom Sekuritas, yang dilansir dari laman resminya, Senin (29/1/2018).
Sementara itu, Dow Jones naik 224 poin ditutup pada level 26,616.7 akhir pekan lalu (26/1), didukung sentimen positif kinerja korporasi Amerika.
Adapun Bursa regional diperdagangkan positif pagi ini.
Lebih lanjut, riset Kiwoom juga menyebutkan beberapa aksi korporasi yang dilakukan para emiten yang layak dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain;
**ANTM - Pengajuan tambahan kuota ekspor
**PT Aneka Tambang (ANTM) tengah mengajukan permintaan kenaikan ekspor bijih
nikel dan bauksit kepada Pemerintah. Saat ini ANTM mendapatkan kuota ekspor
sebesar 2.7 juta ton dan perseroan berencana meminta tambahan kuota ekspor
sebesar 1.2 juta ton. Sehingga ANTM akan memiliki total kuota ekspor sebesar
3.9 juta ton. Perseroan berharap mendapatkan kepastian dari Pemerintah pada 1Q
2018.
CMPP - Penambahan jumlah saham
PT Air Asia Indonesia (CMPP) akan menambah jumlah saham yang beredar di publik
(free float) minimal menjadi sebesar 7.5% pada 2Q 2018. Langkah ini bertujuan
untuk memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait perusahaan
publik.
Berdasarkan data bahwa jumlah saham publik perseroan baru mencapai 2.63% atau jauh dibawah ketentuan OJK, yaitu minimal 7.5%. Air Asia menjadi perusahaan publik setelah menuntaskan backdorr listing saham PT Rimau Multi Putra Pratama (CMPP).
**PPRE - Belanja modal
**PT PP Presisi (PPRE) menganggarkan belanja modal senilai Rp 1.6 Triliun atau
lebih kecil dari tahun lalu senilai Rp 1.8 Triliun. Turunnya alokasi belanja
modal diakibatkan tahun lalu PPRE banyak melakukan akuisisi, salah satunya
akuisisi PT Lancarjaya Mandiri Abadi untuk mulai masuk ke sektor konstruksi
tambang.
Sekitar 80% belanja modal tahun ini akan digunakan untuk menambah jumlah alat berat. Sebagian besar dana belanja berasal dari dana hasil IPO yang mencapai Rp 700 Miliar dan sisanya berasal dari pinjaman perbankan.
**SOCI - Rencana pembelian kapal
**PT Soechi Lines (SOCI) mengalokasikan dana senilai US$ 30 Juta hingga US$ 50
Juta untuk mendukung rencana pembelian kapal tanker tahun ini. Spesifikasi
kapal yang akan dibeli akan disesuaikan dengan permintaan calon konsumen. Saat
ini SOCI tercatat memiliki 39 kapal tanker dengan tingkat utilisasi mencapai
80% dan ditargetkan naik mencapai 85% hingga 90% tahun ini.
Beberapa waktu lalu, anak perusahaan SOCI, Soechi Capital Pte. Ltd., mengumumkan rencana emisi obligasi global senilai US$ 200 Juta yang akan jatuh tempo pada 2023 yang menawarkan kupon sebesar 8.375% per tahun. Dana hasil emisi obligasi akan dialokasikan untuk melunasi pinjaman bank serta sebagai penjamin obligasi tertentu.
**WSBP - Kontrak baru
**PT Waskita Beton Precast (WSBP) menargetkan total kontrak sepanjang 2018
akan mencapai Rp 24 Triliun, termasuk diantaranya kontrak berlanjut (carry
over) sebesar Rp 13 Triliun. Pada awal tahun ini perseroan telah membukukan
kontrak sebesar Rp 3 Triliun atau 26% dari target perolehan kontrak baru 2018
senilai Rp 11.5 Triliun. Perseroan juga menargetkan pencapaian pendapatan pada
tahun 2018 sebesar Rp 9.7 Triliun dengan laba bersih sebesar Rp 1.4 Triliun.