Pergerakan Saham PTDU dan APEX Dalam Pengawasan BEI

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan tengah mencermati pola transaksi saham PT Djasa Ubersakti Tbk (IDX: PTDU) dan PT Apexindo Pratama Duta Tbk (IDX: APEX) terkait peningkatan harga saham perseroan yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).

"Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal," tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M. Panjaitan, dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Irvan Susandy, dalam surat keterbukaan Informasi BEI, Selasa (15/12).

Bursa menginformasikan, bahwa Informasi terakhir mengenai saham PTDU adalah informasi tanggal 7 Desember 2020 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) terkait pencatatan saham dari penawaran umum.

Sedangkan Informasi terakhir mengenai saham APEX adalah informasi tanggal 15 Desember 2020 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) terkait laporan hasil public expose tahunan.

Sehubungan dengan terjadinya UMA atas perdagangan saham PTDU dan APEX, BEI meminta para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa.

Selain itu, Bursa juga menghimbau agar para investor mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, serta mengkaji kembali rencana corporate action perseroan apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Sekadar informasi, pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, Rabu (16/12) saham PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU) terpantau berlanjut menguat hingga auto reject atas (ARA) dengan naik 24,73% atau bertambah 94 poin ke harga Rp474 per saham.

Sementara hingga jeda siang ini, Rabu (16/12) saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) juga terpantau auto reject atas (ARA) dengan berlanjut menguat 25,00% atau bertambah 106 poin ke harga Rp530 per saham.