Indeks Kospi Naik 0,60 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, naik 14,01 poin, atau sekitar 0,60 persen, pada Rabu (4/11/2020), menjadi 2.357,32. Volume perdagangan mencapai 972,9 juta saham senilai 14,7 triliun won atau sekitar US$12,9 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 441 berbanding 377.

Seiring berlangsungnya penghitungan suara pemilihan presiden di Amerika Serikat, indeks Kospi bergerak volatil. Angka indeks pada akhirnya menempati teritori positif seiring keunggulan yang dinikmati kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden.

“Pasar mengantisipasi diluncurkannya paket stimulus ekonomi seusai berlangsungnya pilpres AS. Jika kandidat Partai Republik (Donald Trump) yang terpilih, kemungkinan besar paket stimulus yang diluncurkan jumlahnya kecil,” kata Moon Jung-Hui, ekonom KB Bank, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan ritel masing-masing melepas saham senilai 218,3 miliar won dan 167,2 miliar won, sedangkan investor institusi meraup saham senilai 344,1 miliar won.

Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics dan Celltrion masing-masing melambung 4,86 persen dan 4,44 persen. Saham perusahaan internet Naver dan kakao masing-masing melonjak 5,48 persen dan 6,84 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor naik 0,59 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem sebaliknya melemah 0,91 persen, sementara saham perusahaan manufaktur baterai lithium Samsung SDI tidak mengalami perubahan dari sesi sebelumnya.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics melemah 0,51 persen, saham SK Hynix sebaliknya menanjak 2,21 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 3,6 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.137,7 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,1 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 4,30 poin menjadi 6.062,10. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina menguat, sedangkan Bursa Indonesia melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, meningkat 7,13 poin, atau sekitar 0,22 persen, menjadi 3.278,21. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong turun 53,59 poin, atau sekitar 0,21 persen, menjadi 24.886,14.